-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kabupaten Banyuasin

    Sports

    Musibah Banjir Membuka Wajah Asli Wakil Rakyat Aceh Timur

    Wednesday, January 7, 2026, 23:08 WIB Last Updated 2026-01-07T16:08:22Z


     ACEH TIMUR - Bencana banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Aceh Timur tak hanya menyisakan lumpur dan kerusakan, tetapi juga meninggalkan catatan kritis terhadap para wakil rakyat hasil Pemilu 2024. 


    Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aceh Timur menyoroti minimnya kehadiran anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur di lokasi terdampak bencana.


    Ketua PMII Aceh Timur, melalui sekretaris Sahabat Rifaul Hidayat menyebut, dari puluhan anggota DPRK yang terpilih dan dilantik, hanya segelintir yang terlihat turun langsung ke tengah warga saat musibah banjir melanda.


    Padahal, kehadiran wakil rakyat di saat krisis dinilai bukan sekadar simbol empati, melainkan bentuk tanggung jawab politik dan moral kepada konstituen.


    “Bencana alam seharusnya menjadi momen kehadiran negara melalui para wakilnya. Sayangnya, yang terlihat justru ketidakhadiran mayoritas anggota dewan. Warga berjuang dengan lumpur dan keterbatasan, sementara sebagian wakil rakyat absen dari penderitaan rakyatnya,” ujar Rifal dalam siaran pers yang diterima wartawan, Rabu (07/1/2026). 


    PMII menilai, sikap pasif sebagian besar anggota DPRK ini mencederai mandat rakyat yang diberikan melalui pemilihan umum. Terlebih, banjir di Aceh Timur bukanlah peristiwa kecil, melainkan bencana yang berdampak langsung pada ribuan warga, fasilitas pendidikan, rumah ibadah, hingga sumber penghidupan masyarakat.


    Menurut PMII, kehadiran anggota dewan di lapangan sangat penting, tidak hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga untuk memastikan proses penanganan darurat, pendataan korban, hingga pengawalan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berjalan transparan dan tepat sasaran.


    “Kami mencatat, hanya beberapa anggota DPRK yang benar-benar hadir, berdialog dengan warga, dan melihat langsung kondisi di lapangan. Ini patut diapresiasi. Namun, mayoritas lainnya justru menghilang di saat rakyat membutuhkan,” lanjutnya.


    PMII Aceh Timur juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah melupakan sikap para wakil rakyat tersebut. Menurut mereka, ingatan kolektif publik terhadap siapa yang hadir dan siapa yang absen saat bencana harus menjadi bahan evaluasi politik ke depan.


    “Masyarakat jangan lupa. Bencana ini adalah ujian kepedulian dan keberpihakan. Siapa yang hadir saat susah, dan siapa yang hanya muncul saat kampanye, perlu dicatat dengan baik,” pungkas Mahasiswa asal Idi Cut ini. 


    (Farhan)

    Komentar

    Tampilkan