Sekedar megingatkan pada edisi sebelumnya jika CV MANGGALA UTAMA telah melakukan Penggalian pada jalan milik PUPR Propinsi Bengkulu untuk membangun plat duiker dan malakukan pengaspalan ulang diatas plat duiker tetsebut.
Dari inpormasi yang awak media dapati dari Ysf selaku pemasok dan memproduksi Aspal jadi dan pekerja yang melaksanakan pekerjaan tersebut jika pekerjaan tersebut pengaspalan nya belum selesai di laksanakan, pada saat dikonfrimasi mengenai pengaspalan tersebut Ysf membalas pesan WA awak media " Besok biar amb omong dlu ke bg edi biar nyo beli pat lain aj dlu.. aspal di sp lebong itu dasaran karno trun kmrin.. hotmix full nyo emang belum.. dk tekejar ujan trus".
Dari keterangan Ysf menegaskan jika pekerjaan tersebut memang belum selesai dilaksanakan yang artinya pekerjaan tersebut belum 100% dan tentunya tidak diperbolehkan melakukan serah terima pertama pekerjaan jika kontrak pekerjaan tersebut berlanjut artinya piha CV MANGGALA UTAMA harus menanggung denda sebesar 1 / 1000 atau satu per mil dari nilau kontark yang belum selesai dikerjakan.
Yang anehnya terjadi dari mulai berakhirnya kontrak pekerjaan ini 29 desember 2025 bahkan sampai dengan berita ini diturunkan tidak ada aktipitas di lokasi pekerjaan tersebut, atau pihak pemilik proyek dan pihak CV MANGGALA UTAMA telah berkolaborasi untuk menyatakan pekerjaan ini selesai dengan kondisi yang harusnya belum selesai.
Bukan hanya pekerjaan yang belum selesai saja yang menjadi sorotan bagi banyak warga yang mengetahui hal ini, salah seorang warga mengatakan " kalo memang belum selesai kenapa gak di kerjakan lagi atau cuma sampe segitu pekerjaannya karena kami masyarakat awam banyak yang gak tau" ujarnya
'bukan cuma gak selesai itu pak, aspal dasar itu jenis apa yang dipake, memangnya uda bener aspal itu dibuat.
Setau saya mesin produksi aspal itu AMP, dan harus lulus uji SLO, Kalibrasi dan banyak lagi.
Bukan asal buat, ini kan aspal hotmix bukan buat dodol pak, kalo dodol bisa pake kuali besar" tutupnya.
Sampai dengan saat ini baik pihak CV MANGGALA UTAMA maupun Pihak DPUPRPKP Kab RL Bidang Cipta Karya enggan berkomentar seakan.
(tim)






















