"Dalam hal ini RKPD Tahun 2027 tentunya menjadi landasan utama dalam penajaman arah kebijakan pembangunan daerah yang kemudian dijabarkan ke dalam prioritas pembangunan. Melalui forum ini, setiap perangkat daerah diharapkan aktif melakukan integrasi program sehingga seluruh rencana kerja benar-benar berkontribusi terhadap pencapaian prioritas RKPD", hal tersebut disampaikan Moh Sidik saat kegiatan Forum Lintas Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah Tahun 2027 di Ruang Rapat Benowo Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) setempat, Kamis (19/2/2026).
"Forum tersebut juga menjadi momentum untuk memastikan rencana kerja tahun 2027 tidak disusun secara sektoral, melainkan membangun kolaborasi lintas urusan dan fungsi, dengan tetap berpedoman pada dokumen perencanaan yang lebih tinggi serta hasil Musrenbang", ujarnya.
Adapun hasil yang diharapkan dari forum ini antara lain tersusunnya rancangan Renja Perangkat Daerah yang sinkron dengan hasil Musrenbang RKPD di Kecamatan, meningkatnya sinergitas antar OPD dalam mencapai tujuan pembangunan daerah, serta meningkatnya akuntabilitas dan transparansi dalam proses perencanaan pembangunan.
Dalam paparannya, Moh Sidik kembali menegaskan bahwa pada tahun 2027 fokus pembangunan akan diarahkan pada sektor pariwisata, pertanian, UMKM, dan infrastruktur. Namun demikian, ia menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan serta penguatan mitigasi bencana.
Forum Lintas Perangkat Daerah dilaksanakan selama dua hari, Kamis 19 Februari hingga Jumat 20 Februari 2026, dan dihadiri seluruh perangkat daerah serta delegasi kecamatan.
"Secara khusus Rapat ini membahas sinkronisasi kegiatan hasil Musrenbang Kecamatan serta program lintas perangkat daerah dalam mendukung tema RKPD 2027, yakni pengembangan potensi perekonomian melalui pembangunan pariwisata terintegrasi, industri pertanian dan perikanan, serta pengembangan UMKM," pungkas Moh Sidik.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Pemalang Nurkholes, Asisten III Administrasi Umum Setda Pemalang Bagus Sutopo, para staf ahli, kepala OPD, camat, para kepala bagian setda, serta delegasi tingkat kecamatan.
Dalam kesempatan yang sama Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menegaskan pentingnya sinergitas antar seluruh komponen organisasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.
Menurutnya, forum ini menargetkan tiga tujuan utama, salah satunya memperkuat sinergi lintas sektor demi kepentingan yang lebih besar. Ia menyampaikan bahwa sinergitas menuntut sikap tepo seliro, menahan ego sektoral, serta tidak memaksakan kehendak masing-masing organisasi perangkat daerah. Terlebih di tengah situasi kebencanaan, kolaborasi yang kompak dan guyub dinilai menjadi kunci dalam meringankan beban masyarakat terdampak.
“Dari kejadian bencana kemarin kita banyak belajar. Kalau dikerjakan bersama-sama, tentu yang mengalami bencana akan lebih ringan dan kita yang melaksanakan juga semakin kuat,” ujar Anom Widiyantoro.
Menurutnya, pengalaman menunjukkan bahwa saat bencana terjadi, respons cepat seringkali tidak didukung data operasional, posko, logistik, peralatan, sarana prasarana, serta SDM yang memadai. Oleh karena itu, aspek kebencanaan perlu diprioritaskan pada 2027 guna meminimalisir dampak sehingga program pembangunan tetap berjalan.
Bupati berharap "ke depan seluruh perangkat daerah dapat lebih mengutamakan kepentingan besar dibanding kepentingan sektoral yang lebih kecil", tandanya.
(Eko B Art).





