LAMPUNG TIMUR – Publik dibuat geram. Proyek pembangunan Ruas Jalan Kota Raman–Batas Lampung Tengah yang menelan anggaran negara sebesar Rp700 juta dan baru dinyatakan selesai pada Desember 2025, kini kondisinya sudah rusak parah, retak, amblas, bahkan tergenang lumpur. Belum seumur jagung, bangunan infrastruktur tersebut sudah tampak seperti proyek gagal.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang mencengangkan. Kerusakan terparah terlihat tepat di depan Polsek Raman Utara, di mana struktur beton jalan pecah di sejumlah titik, permukaan mengelupas, dan badan jalan tampak ambruk. Genangan air hujan menutup lubang-lubang kerusakan, sehingga sangat membahayakan pengguna jalan yang melintas setiap hari.
Ironisnya, ruas jalan strategis yang menjadi akses penghubung antarwilayah ini dibiayai dari uang rakyat senilai Rp700 juta, namun daya tahannya justru dipertanyakan. Warga pun tak mampu menyembunyikan kekecewaan dan kemarahan.
“Ini proyek ratusan juta. Baru selesai Desember kemarin, sekarang sudah hancur. Apalagi ini tepat di depan Polsek, masak tidak jadi perhatian?” ungkap seorang warga dengan nada kesal Rabu (31/1/2026).
Kerusakan yang terjadi dalam waktu sangat singkat ini memunculkan kecurigaan serius terhadap mutu pekerjaan. Publik mempertanyakan apakah proyek Ruas Jalan Kota Raman–Batas Lampung Tengah tersebut dikerjakan sesuai spesifikasi teknis (bestek), atau justru asal jadi demi mengejar keuntungan.
Lebih memprihatinkan lagi, hingga kini belum terlihat adanya perbaikan maupun pengamanan lokasi, meskipun kerusakan berada di depan kantor kepolisian. Tidak ada rambu peringatan, tidak ada pembatas keselamatan, seolah kerusakan proyek bernilai Rp700 juta ini dianggap hal biasa.
“Kalau uang negara Rp700 juta hasilnya seperti ini, jangan salahkan rakyat kalau marah. Ini bukan uang pribadi,” tegas warga lainnya.
Masyarakat mendesak dinas teknis terkait, pengawas proyek, serta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan. Mereka meminta dilakukan audit menyeluruh, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga penggunaan anggaran proyek Ruas Jalan Kota Raman–Batas Lampung Tengah tersebut.
Warga menilai, bila proyek bernilai ratusan juta rupiah yang baru selesai hitungan bulan saja sudah hancur, maka bukan hanya bangunan yang runtuh—kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran negara juga ikut roboh.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kerusakan proyek Ruas Jalan Kota Raman–Batas Lampung Tengah beranggaran Rp700 juta tersebut.
(Iman)






