KEDIRI – Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kediri menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Perum Perhutani (Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri, Jalan Diponegoro, Kota Kediri, Selasa (24/02). Meski berlangsung di tengah suasana Puasa Ramadhan, semangat massa aksi tetap menyala demi memperjuangkan aspirasi warga Desa Manggis, Kecamatan Puncu.
Dalam orasinya, Supriyo dari LSM Saroja menegaskan bahwa pendirian Koperasi Merah Putih tidak boleh dihalangi oleh pihak manapun. Menurutnya, program tersebut merupakan instruksi langsung Presiden dan harus dijalankan tanpa hambatan.
“Tidak boleh ada yang menghalang-halangi pendirian Koperasi Merah Putih. Ini instruksi presiden, yang menjadi dasar tertinggi di atas peraturan lainnya,” tegas Supriyo di hadapan peserta aksi.
Senada dengan itu, Tomi Ariwibowo yang mewakili Ikatan Pemuda Kediri (IPK) turut menyuarakan kritiknya. Ia menilai program nasional tersebut seharusnya mendapat dukungan penuh dari seluruh pihak, termasuk Perhutani. Namun, ia menyayangkan adanya surat dari Perhutani yang dinilai bernada ancaman.
“Isi surat itu menurut kami seperti ancaman. Padahal bupati sudah mengirimkan surat resmi. Seharusnya bisa dibangun komunikasi yang baik. Warga dan pemerintah desa mendukung, tapi justru perusahaan milik negara yang terkesan mempersulit administrasi,” ujar Tomi.
Menanggapi berbagai tudingan tersebut, Administratur Perhutani KPH Kediri, Miswanto, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa Perhutani pada prinsipnya mendukung penuh program pemerintah pusat, khususnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Menurut Miswanto, jika terdapat oknum internal yang tidak mendukung program tersebut, pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan tegas.
“Kalau ada oknum Perhutani yang menghambat dan tidak berkomitmen mendukung Koperasi Merah Putih, laporkan kepada saya. Akan saya tindak tegas,” tegasnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa dirinya menghindari komunikasi dengan pihak manapun. Sebagai warga asli Kediri, Miswanto menyatakan memiliki komitmen kuat untuk turut membangun daerahnya. Namun, ia juga menegaskan tidak akan membiarkan jajaran bawahannya menghadapi persoalan sendirian.
Setelah dilakukan audiensi antara perwakilan massa aksi dan pihak Perhutani, kedua belah pihak sepakat menuangkan hasil pertemuan dalam surat komitmen bersama. Dalam dokumen tersebut ditegaskan bahwa Perhutani mendukung penuh pelaksanaan program KDMP di wilayah Kediri serta siap mengawal percepatan prosesnya sesuai ketentuan yang berlaku.
“Saya orang Kediri. Saya ingin membangun Kediri. Dan perlu dicatat, kami siap mendukung program Presiden Prabowo Subianto,” pungkas Miswanto.
Aksi yang berlangsung tertib tersebut menjadi penanda pentingnya komunikasi dan sinergi antar-pemangku kepentingan dalam menyukseskan program nasional, khususnya yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat desa.
(TIM)





