Program ini dijalankan oleh tim CSR PT UAI bersama Kelompok Tani Kilo 8 Desa Jambi. Pada pertengahan Februari 2026, kelompok tani tersebut berhasil memanen jagung varietas Bisi 18 di lahan seluas kurang lebih 1 hektare yang berlokasi di Dusun Sekar Sari. Prosesi panen dihadiri oleh perwakilan manajemen PT UAI, anggota kelompok tani, personel Polsek Manis Mata, serta aparatur Desa Jambi.
Tuwi, salah satu anggota kelompok tani, mengakui bahwa budidaya jagung hibrida adalah hal baru bagi masyarakat setempat. "Sebelumnya belum ada yang menanam jagung di sini karena akses pasar yang belum tersedia. Dengan dukungan CSR perusahaan, kami memberanikan diri mencoba. Kami berharap hasil panen ini mendapat harga jual yang kompetitif sehingga modal dapat berputar dan program ini berkelanjutan," ungkapnya.
Staff CSR PT UAI, Kukuh Santosa, menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah prioritas nasional yang harus didukung penuh. "Program ini adalah sarana pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan sumber ekonomi alternatif.
Kami berharap ada nilai tambah ekonomi bagi anggota kelompok," ujar Kukuh.
Selain pemberdayaan masyarakat, PT UAI juga secara mandiri memanfaatkan lahan kosong eks area pembibitan di dalam kawasan HGU perusahaan untuk menanam jagung hibrida, yang telah lebih dulu dipanen pada akhir Januari 2026.
(Jailani)





