Pergantian jabatan kali ini meliputi dua posisi strategis di tingkat satuan, yakni Kasat Reskrim dan Kasat Lantas, serta tiga Kapolsek: Juli, Jeunib, dan Jangka. Rotasi tersebut bukan sekadar formalitas administratif, melainkan langkah terukur dalam menyegarkan organisasi sekaligus memperkuat kualitas kinerja aparat di lapangan.
Jabatan Kasat Reskrim resmi diserahterimakan dari AKP Jeffryandi kepada AKP Dedi Miswar, sementara posisi Kasat Lantas kini diemban AKP Irwansyah Nasution menggantikan AKP Zditya Hadmanto. Di jajaran wilayah, tongkat komando Kapolsek Juli, Jeunib, dan Jangka turut berpindah tangan kepada perwira-perwira yang diharapkan mampu membawa energi baru dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa mutasi merupakan keniscayaan dalam tubuh Polri. Selain sebagai bentuk pembinaan karier, langkah ini juga menjadi instrumen penting untuk menjaga organisasi tetap adaptif terhadap tantangan zaman.
“Mutasi adalah bagian dari penyegaran dan peningkatan kinerja, demi memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal dan berkelanjutan,” tegasnya.
Upacara tersebut turut dihadiri oleh Wakapolres, pejabat utama, para perwira, serta seluruh jajaran personel dan ASN Polri. Suasana khidmat kemudian berlanjut dalam acara pisah sambut, yang menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan solidaritas antaranggota.
Lebih dari sekadar pergantian jabatan, momen ini mengandung pesan moral yang dalam: bahwa setiap amanah adalah kepercayaan yang harus dijaga dengan integritas dan tanggung jawab. Dalam dunia pengabdian, jabatan bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk memberi manfaat yang lebih luas.
“Kekuatan sejati seorang pemimpin tidak diukur dari jabatan yang dipegang, tetapi dari keteguhan mental dalam menghadapi perubahan dan keikhlasan dalam mengabdi tanpa pamrih.
( Hendra)





.jpg)



