Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara lembaga pesantren dengan pemerintah, khususnya dalam mendukung pengembangan pendidikan keagamaan di daerah.
Dalam pertemuan itu, turut dibahas agenda besar Silaturrahmi Nasional (SILATNAS) Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) yang akan diselenggarakan pada 11–12 April 2026 di Pondok Pesantren Nurul Qarnain, Desa Balet Baru, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan berskala nasional tersebut mengusung tema “Teguh pada Manhaj, Adaptif terhadap Zaman: Tradisi, Mutu dan Relevansi Pesantren Salafiyah”.
Kepala SPM Ulya Nurul Hidayah Idi Cut, Tgk. Zulfadli, S.H didampingi Kepala SPM Wustha Tgk. Bukhari, S.H, menyampaikan bahwa SILATNAS FKPM menjadi ajang penting untuk memperkuat sinergi antar pesantren muadalah di seluruh Indonesia.
“Melalui SILATNAS ini, kita ingin memperteguh komitmen pesantren dalam menjaga manhaj salafiyah, sekaligus mendorong adaptasi terhadap perkembangan zaman, baik dalam aspek kurikulum, manajemen, maupun kualitas lulusan,” ujar Tgk. Zulfadli.
Ia juga menambahkan bahwa forum tersebut diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan strategis dalam meningkatkan mutu dan relevansi pesantren di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Selain membahas agenda SILATNAS, pertemuan tersebut juga mengulas berbagai persoalan dan dinamika yang dihadapi pesantren saat ini, mulai dari tantangan digitalisasi pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pengajar, hingga kebutuhan dukungan kebijakan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sementara itu, Kakan Kemenag Aceh Timur, Saiful Bahri, menyambut baik inisiatif dan langkah progresif yang dilakukan oleh pengurus pesantren.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan pesantren, baik dalam bentuk pembinaan, fasilitasi program, maupun sinergi kebijakan.
“Pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya kuat secara keilmuan, tetapi juga berakhlak mulia. Kami siap mendukung setiap upaya yang bertujuan meningkatkan kualitas dan eksistensi pesantren,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan SILATNAS FKPM nantinya dapat menjadi wadah konsolidasi nasional dalam memperkuat jaringan pesantren serta merumuskan langkah-langkah strategis ke depan.





.jpg)



