Data sementara mencatat sedikitnya 121 rumah mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat. Desa Batang Kuis Pekan menjadi wilayah paling terdampak dengan 51 rumah rusak yang tersebar di berbagai dusun. Disusul Desa Bakaran Batu dengan 27 rumah, di mana sebagian di antaranya mengalami kerusakan berat.
Di Desa Bintang Meriah, tercatat 23 rumah rusak akibat terjangan angin kencang. Sementara di Desa Tanjung Sari, sebanyak 19 unit rumah mengalami kerusakan. Adapun di Desa Paya Gambar, satu rumah dilaporkan turut terdampak.

Selain merusak permukiman, puting beliung juga menumbangkan sejumlah pohon yang menghambat akses jalan dan aktivitas warga. Beberapa fasilitas umum serta tempat ibadah dilaporkan ikut terdampak, meski hingga kini masih dalam proses pendataan lanjutan oleh pemerintah kecamatan.
Bencana ini juga menimbulkan korban. Seorang warga, Surya Dharma Barus (41), yang tinggal di Jalan Pancasila, Dusun IV, Desa Batang Kuis Pekan, mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan di RS Mitra Medika Tembung.
Hingga kini, total kerugian materiil belum dapat dipastikan dan masih dalam proses pendataan oleh pemerintah bersama instansi terkait.
Pemerintah kecamatan bergerak cepat melakukan pendataan warga terdampak serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait. Monitoring situasi di lapangan juga terus dilakukan guna memastikan kondisi tetap terkendali pascabencana.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras akan potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumatera Utara. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan deras disertai angin kencang, guna mengurangi risiko yang lebih besar.
(HTN)





.jpg)



