Terkait dengan tujuh orang "Kapus" yang di laporkan oleh salah satu oknum "LSM" masih menjadi tanda tanya.
Suasana saat ini di lingkungan ASN Kabupaten Padang Pariaman menjadi "map merah" yang penuh dengan misteri yang di serahkan oleh oknum "LSM" tersebut kepada Bupati Padang Pariaman Jhon Kenedy Aziz.
Sekda Kabupaten Padang Pariaman Hendra Aswara ketika di konfirmasi oleh awak media melalui ponselnya terkait tentang di non aktifkannya "Kapus Kayu Tanam Yurika Frimawati" ia mengatakan bahwa yang bersangkutan saudari "Yurika Frimawati" karena telah melakukan pemotongan anggaran dana Biaya Operasional Kesehatan "BOK" sebesar 10 persen,ungkapnya
Melalui mekanisme dan aturan yang ada "Yurika" sudah mengakui pemotongan itu apapun bentuk dan alasannya pemotongan dana "BOK" itu tidak di benarkan,"ungkap Hendra
Jadi untuk memudahkan proses pemeriksaan Yurika di tarik dulu ke dinas kesehatan. dan ketika di tanya bagaimana dengan 7 orang "Kapus" yang di laporkan oleh "LSM" tersebut sampai berita ini di turunkan seakan hilang di telan bumi.
Kita akan melakukan pemeriksaan satu persatu yang pertama diperiksa adalah "Yurika Frimawati" ,"jelas sekda
Akan tetapi sampai saat ini "Yurika Frimawati" belum di proses Kadinkes bungkam Kapus jadi korban pengalihan isu
(Jamal)






.jpg)



