Keputusan warga untuk membongkar tenda pengungsian diambil setelah melalui proses diskusi dan negosiasi yang panjang sejak Sabtu malam hingga menembus dini hari. Edi Obama hadir sebagai jembatan komunikasi intensif guna memastikan hak-hak warga tidak terabaikan selama masa transisi menunggu pembangunan hunian permanen.
Pertemuan tersebut membuahkan hasil positif dengan kepastian bahwa Pemerintah KABUPATEN BIREUEN telah memenuhi poin-poin tuntutan warga terdampak. Aspirasi yang telah disepakati meliputi:
• Dana Tunggu Hunian (DTH): Kepastian penyaluran bantuan dana selama masa tunggu.
• Pembangunan Huntap: Jaminan pembangunan Hunian Tetap oleh Pemerintah Pusat yang akan segera dimulai.
• Pendataan Ulang: Bagi warga yang sebelumnya berstatus Tidak Memenuhi Syarat (TMK), akan dilakukan pendataan kembali secara objektif untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.
Menyadari bahwa pembangunan fisik memerlukan waktu, Edi Obama selaku Ketua PMI BIREUEN mengambil inisiatif untuk menjamin penyediaan tempat bernaung yang lebih teduh dan manusiawi bagi warga selama masa tunggu. Hal ini dilakukan untuk mengakhiri penderitaan warga yang hampir sebulan tidur di atas tanah beralaskan terpal.
"Malam ini kita sepakat, tidak boleh ada lagi warga yang kedinginan di bawah tenda darurat. Sambil menunggu Huntap selesai dibangun, kami pastikan mereka menempati kediaman yang lebih hangat dan manusiawi," tegas Edi Obama di sela-sela proses pemulangan.
Langkah taktis ini disambut isak tangis syukur oleh para pengungsi. Koordinator Korban Banjir, M. Amin, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Ketua PMI BIREUEN yang bersedia mendampingi warga hingga larut malam.
Senada dengan itu, Keuchik Kapa, Evendi, S.Pd., M.Pd., menilai keterlibatan aktif Edi Obama sebagai wujud kepedulian nyata. "Beliau tidak hanya melihat, tapi benar-benar mengawal hak warga sampai dini hari ini. Dengan adanya tempat bernaung yang lebih nyaman, beban batin warga kami akhirnya terangkat," tuturnya.
Kini, dengan semangat gotong-royong, seluruh tenda telah dibersihkan.
Para korban banjir tidak lagi berada di pengungsian terbuka, melainkan berpindah ke tempat yang lebih terlindungi untuk menatap masa depan sembari menunggu hunian permanen selesai dilaksanakan.
( Hendra)





.jpg)



