Ketua panitia pelaksana yang juga Kepala SMA Negeri 1 Bireuen, Zulfikri, SAg MM, pada Selasa (28/4/2026), menyampaikan bahwa FLS3N bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang tumbuh bagi generasi muda untuk mengekspresikan jiwa dan kepekaan mereka terhadap kehidupan. “Melalui seni, siswa belajar merasakan, memahami, dan menghargai makna di balik setiap karya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengasah kepekaan sosial dan emosional, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri siswa. Cabang lomba yang dipertandingkan meliputi puisi, cipta lagu, cipta puisi, desain poster, fotografi, instrumen gitar solo, menyanyi solo putra dan putri, jurnalistik, serta berbagai bidang lainnya yang memberi ruang luas bagi kreativitas
Pelaksanaan FLS3N tahun 2026 juga menunjukkan kesiapan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Berbagai penyesuaian dilakukan, termasuk dalam cabang seni peran, agar tetap relevan dengan dinamika pendidikan di era digital. Hal ini menjadi bukti bahwa seni tidak pernah kehilangan tempatnya, bahkan semakin penting sebagai penyeimbang di tengah arus teknologi yang terus berkembang.
Dalam harapannya, Zulfikri menyampaikan pesan yang sarat makna. Ia berharap kegiatan ini dapat terus ditingkatkan kualitasnya di tahun-tahun mendatang. Bagi para pemenang, prestasi hendaknya dijaga dengan rendah hati dan terus diasah. Sementara bagi yang belum meraih kemenangan, janganlah berkecil hati. Sebab sejatinya, kegagalan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan menuju keberhasilan yang lebih besar.
Di balik setiap langkah dan usaha, tersimpan pelajaran berharga yang membentuk karakter dan ketangguhan. Seni mengajarkan bahwa keindahan tidak hanya terletak pada hasil, tetapi juga pada proses yang dijalani dengan sepenuh hati. Dalam setiap nada, goresan, dan kata, tersimpan harapan—bahwa generasi muda akan terus tumbuh menjadi pribadi yang berbudaya, berdaya saing, dan berjiwa luhur.
FLS3N bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga perayaan jiwa—tempat di mana bakat bertemu dengan kerja keras, dan mimpi dipertemukan dengan kenyataan. Dari Bireuen, semangat itu terus menyala
,( Hendra)






.jpg)



