BIREUEN – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh UPTD SMP Negeri 1 Jeumpa, Desa Teupok, KABUPATEN BIREUEN, berjalan lancar dan tertib.
Kegiatan ini diikuti oleh 92 siswa dan siswi dengan penuh semangat, meskipun sekolah tengah menghadapi dampak banjir sebelumnya
Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan asesmen terstandar yang diselenggarakan oleh pemerintah melalui Kemendikdasmen untuk mengukur capaian akademik dan kompetensi peserta didik secara objektif, meliputi literasi, numerasi, serta mata pelajaran wajib maupun pilihan. TKA bertujuan sebagai validasi nilai rapor, evaluasi hasil belajar, serta menjadi salah satu syarat dalam seleksi masuk perguruan tinggi. Hal ini berbeda dengan Asesmen Nasional (AN) yang lebih berfokus pada pemetaan kualitas satuan pendidikan.
Salah satu poin penting dalam TKA adalah fokus pada penilaian kemampuan akademik individu siswa, khususnya pada mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia dan Matematika.
Kepala UPTD SMPN 1 Jeumpa, Marthunis Rahmawati, S.Pd., M.Pd., pada Senin (6/4/2026) menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian TKA dilakukan dalam tiga sesi setiap harinya selama dua hari. Hal ini disebabkan keterbatasan fasilitas akibat banjir yang merusak sejumlah komputer sekolah, sehingga pelaksanaan ujian terpaksa menggunakan laptop milik guru dengan jumlah terbatas dan dilakukan secara daring.
Ia juga menyampaikan harapan besar terhadap para peserta didik. “Kami berharap seluruh siswa dapat lulus dengan hasil yang baik dan mampu melanjutkan pendidikan ke sekolah yang mereka impikan. Jika TKA menjadi salah satu syarat seleksi, maka diharapkan tidak bergantung pada sistem zonasi, karena setiap siswa memiliki kemampuan dan masa depan yang berbeda,” ujarnya.
Lebih lanjut, Marthunis menambahkan bahwa melalui TKA, siswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. “Contohnya dalam pelajaran matematika, ketika kita membuat kubah masjid, kita dapat memahami konsep setengah lingkaran dan cara pengukurannya,” tambahnya.
Pelaksanaan TKA di tengah keterbatasan ini menjadi bukti semangat dan komitmen sekolah dalam menjaga kualitas pendidikan, meskipun dihadapkan pada kondisi yang tidak mudah.
"Pendidikan bukan tentang keadaan yang sempurna, tetapi tentang tekad untuk terus melangkah meski dalam keterbatasan."
( Hendra)







.jpg)



