Kegiatan ini berlangsung di Rumah Wartawan PWI, yang pada hari yang sama juga diresmikan serta dilakukan tasyakuran bersama Ketua PWI Cilegon, Ahmad Fauzi Chan atau yang akrab disapa Kang Ichan, Senin 13 Maret 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menegaskan komitmennya dalam mematangkan program sekolah gratis sebagai solusi pemerataan akses pendidikan, khususnya di jenjang SMA dan SMK.
Pra SPMB SMA dan SMK Negeri di wilayah Cilegon dan Banten untuk Tahun Ajaran 2026/2027 resmi dilaksanakan mulai 20 April hingga 31 Mei 2026. Tahapan ini merupakan fase pra-pendaftaran yang berfokus pada verifikasi data calon peserta didik, seperti nilai rapor dan dokumen pendukung, sebelum memasuki proses pendaftaran online.
Adapun sistem pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi PPDB Pemerintah Provinsi Banten. Tahapan pra SPMB ini bertujuan untuk memastikan seluruh data calon siswa telah terverifikasi dengan baik guna menghindari kendala teknis saat proses seleksi berlangsung.
Jalur seleksi untuk jenjang SMA umumnya meliputi jalur domisili, afirmasi, prestasi, serta perpindahan tugas orang tua. Sementara itu, persyaratan umum yang harus dipenuhi antara lain nilai rapor semester 1 hingga 5, Kartu Keluarga, serta sertifikat prestasi bagi yang mendaftar melalui jalur prestasi.
Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dindikbud Provinsi Banten, Herdi Herdiansyah, menjelaskan bahwa rentang waktu pra SPMB yang cukup panjang memberikan kesempatan bagi orang tua untuk mempersiapkan seluruh persyaratan dengan maksimal.
“Pra SPMB dimulai dari 20 April sampai dengan 31 Mei 2026. Waktunya cukup panjang, sehingga orang tua bisa mempersiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan. Jika ada yang belum dipahami, dapat langsung datang ke sekolah untuk mendapatkan penjelasan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Herdi juga memaparkan perkembangan program sekolah gratis yang kini tidak hanya mencakup sekolah negeri, tetapi juga mulai menjangkau sekolah swasta di beberapa wilayah di Banten. Program ini hadir sebagai solusi atas polemik yang selama ini terjadi, di mana banyak orang tua berupaya keras agar anaknya dapat diterima di sekolah negeri.
“Pada tahun ajaran 2025–2026, sekitar 60 ribu siswa telah merasakan manfaat program sekolah gratis. Jumlah tersebut diproyeksikan akan terus meningkat pada tahun ini,” jelasnya.
Dengan adanya kebijakan ini, Pemerintah Provinsi Banten berharap tidak lagi terjadi penumpukan pendaftar di sekolah negeri. Siswa kini memiliki alternatif untuk bersekolah di swasta tanpa harus terbebani biaya pendidikan.
Ke depan, diharapkan tidak ada lagi persaingan ketat dalam memperebutkan bangku di SMA dan SMK negeri, karena sekolah swasta juga telah difasilitasi oleh Pemprov Banten untuk dapat diakses secara gratis oleh masyarakat. (Vie)





.jpg)



