-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Empat Lawang

    Banyuasin

    Sports

    Viral: Dugaan Larangan Berdoa di Nice Playground Minahasa

    Monday, April 6, 2026, 18:22 WIB Last Updated 2026-04-06T11:22:20Z

    MINAHASA - Jagad media sosial di Sulawesi Utara baru-baru ini dihebohkan oleh kabar mengenai rombongan pengunjung yang diduga dilarang melakukan doa singkat oleh pihak pengelola di area Nice Playground, Sawangan. Kejadian ini memicu reaksi keras dari berbagai lapisan masyarakat dan lembaga hukum.


    Kronologi Kejadian

    Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa ini bermula saat rombongan pengunjung ingin melakukan doa singkat sebelum memulai aktivitas mereka di lokasi wisata tersebut.


    Penolakan Petugas: Pengunjung mengaku bahwa permintaan untuk berdoa ditolak oleh petugas lapangan dengan alasan kebijakan manajemen.


    Berdoa di Parkiran: Karena tidak mendapatkan izin di dalam area bermain, rombongan tersebut akhirnya terpaksa melaksanakan doa di area parkiran sebelum akhirnya memilih untuk meninggalkan lokasi.


    Reaksi LBH Gekira dan Masyarakat

    Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gekira (Gerakan Kristiani Indonesia) turut angkat bicara mengenai insiden ini. Mereka menegaskan bahwa tindakan melarang orang berdoa merupakan bentuk pelanggaran terhadap kebebasan beragama yang dijamin oleh undang-undang, terlebih di wilayah Sulawesi Utara yang menjunjung tinggi toleransi.


    Klarifikasi dan Permintaan Maaf Manajemen

    Menanggapi gelombang protes yang meluas, pihak manajemen The Nice Playground Sawangan akhirnya memberikan klarifikasi:


    1.Permintaan Maaf: Pihak pengelola menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami pengunjung.


    2.Salah Paham: Manajemen menyebutkan adanya miskomunikasi antara petugas di lapangan dengan pengunjung terkait prosedur kunjungan.


    3.Evaluasi Internal: Pihak tempat wisata berjanji akan melakukan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan tetap menghormati nilai-nilai religius masyarakat setempat.


    Catatan: Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para pengelola tempat wisata di Sulawesi Utara untuk selalu mengedepankan sikap toleransi dan memahami kearifan lokal masyarakat "Bumi Nyiur Melambai" yang sangat religius

    Edwin Sakul

    Komentar

    Tampilkan