Di bawah kepemimpinan PLT Kepala Sekolah, Nurhasanah, S.Pd, para siswa secara resmi “dikembalikan” kepada orang tua masing-masing setelah enam tahun menimba ilmu, belajar arti kehidupan, akhlak, dan perjuangan di bangku sekolah dasar.
Tangis haru pecah ketika para siswa memberikan cenderamata kepada dewan guru sebagai tanda cinta dan terima kasih yang tulus atas segala ilmu, kasih sayang, dan pengorbanan yang telah diberikan selama ini. Momen itu menjadi saksi bahwa guru bukan sekadar pengajar, tetapi juga pelita yang menerangi jalan masa depan anak-anak bangsa.
“Guru mengajar dengan ilmu, tetapi mendidik dengan hati. Jejaknya mungkin tak terlihat, namun doanya akan selalu hidup dalam langkah murid-muridnya.”
Dalam arahannya, Komite Sekolah UPTD SD Negeri 22 Peusangan yang juga mantan Kobar GB menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh wali murid yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di sekolah tersebut. Ia berharap, 16 lulusan tahun ini mampu melanjutkan pendidikan sesuai cita-cita dan menjadi generasi yang berakhlak mulia.
Menurutnya, pendidikan bukan hanya tentang kepandaian semata, melainkan tentang bagaimana membentuk akhlak dan kepribadian yang lebih baik untuk masa depan.
Sementara itu, PLT Kepala Sekolah Nurhasanah, S.Pd dengan penuh ketulusan mengucapkan terima kasih kepada komite sekolah, dewan guru, serta orang tua siswa yang telah mempercayakan anak-anak mereka untuk dididik sejak kelas satu hingga kelas enam.
“Di rumah mereka adalah anak bapak dan ibu, tetapi di sekolah mereka sudah menjadi anak kami juga. Karena itu, kami mendidik dan membimbing mereka dengan penuh keikhlasan,” ujar Nurhasanah dengan mata berkaca-kaca.
Ia juga berpesan kepada seluruh siswa agar tidak melupakan jasa guru ketika nantinya melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.
“Jangan pernah lupakan guru-gurumu. Sebab di setiap keberhasilanmu nanti, ada doa guru yang diam-diam mengetuk langit untukmu.”
Di penghujung acara, Nurhasanah menyampaikan untaian pesan dan doa yang begitu menyentuh hati:
Akhlak dan pekerti harus selalu berjalan seiring,
iman dan budi saling menopang,
agar kelak kalian menjadi generasi amanah yang hidup cemerlang.
Melangkahlah ke depan demi masa depan,
gapailah cita-cita setinggi bintang,
raihlah impian yang semakin gemilang.
“Selamat jalan anak-anakku…
Kalian mungkin meninggalkan sekolah ini,
tetapi kenangan dan doa kalian akan selalu tinggal di hati para guru.”
( Hendra)






.jpg)



