Saat media mendatangi lokasi 15/5/2026 , pekerjaan jalan tersebut terlihat telah rampung dikerjakan. Namun dari hasil pantauan di lapangan, lapisan aspal yang terpasang diduga terlihat sangat tipis sehingga menimbulkan pertanyaan terkait kualitas pekerjaan tersebut.
Selain kondisi aspal, di lokasi pekerjaan juga tidak ditemukan papan informasi proyek. Padahal, papan informasi merupakan bagian penting sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat mengenai asal usul proyek, sumber anggaran, nilai pekerjaan, volume kegiatan hingga pihak pelaksana.
Bukan hanya pada proyek tersebut, beberapa kegiatan pembangunan lain di Kecamatan Siborongborong yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan maupun yang telah selesai dikerjakan juga terlihat tanpa papan informasi proyek. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat karena minimnya keterbukaan informasi publik.
Akibat tidak adanya papan informasi, sebagian masyarakat mengaku tidak mengetahui asal usul proyek yang sedang berjalan, bahkan ada yang menduga kegiatan tersebut merupakan bantuan pribadi maupun pekerjaan non-pemerintah.
Masyarakat meminta agar instansi terkait turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengawasan serta mengarahkan setiap pelaksana kegiatan agar memasang papan informasi proyek sebagaimana mestinya.
Hal tersebut dinilai penting agar seluruh elemen masyarakat dapat mengetahui secara jelas asal usul proyek, sumber pendanaan, nilai anggaran, serta instansi yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan pembangunan.
“Transparansi sangat penting dalam setiap pembangunan, supaya masyarakat mengetahui proyek ini milik siapa, dari mana anggarannya dan siapa pelaksananya,” ungkap salah seorang warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait sejumlah pekerjaan yang tidak memasang papan informasi tersebut.
Edys lumbantoruan






.jpg)



