NIAS BARAT – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Pemuda Peduli Nias (DPC PPN) Kabupaten Nias Barat, Agusrama Laia, S.Pd, menyesalkan beredarnya narasi di sejumlah platform media sosial yang menyebut pembangunan RSUD Cerah Medika Nias Barat telah selesai dikerjakan. Ia menilai informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan dan berpotensi menyesatkan publik.
Agusrama mengungkapkan, berdasarkan hasil peninjauannya langsung ke lokasi proyek pada 7 Juli 2026, aktivitas pembangunan masih berlangsung. Sejumlah pekerja tampak melakukan penyelesaian pekerjaan tahap akhir (finishing). Akses menuju area proyek juga dijaga ketat oleh petugas keamanan yang mengenakan kaos bertuliskan Brimob.
“Pembangunan RSUD Cerah Medika Nias Barat belum selesai 100 persen. Saat ini masih dalam tahap finishing. Karena itu, jangan membangun narasi yang dapat membohongi publik dan menggiring opini seolah-olah proyek ini telah rampung,” tegas Agusrama.
Mantan Ketua DPC Perkumpulan Jurnalis Indonesia Demokrasi (PJID) Nias Barat itu turut meminta Pemerintah Kabupaten Nias Barat serta pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Nias Barat untuk memberikan perhatian serius terhadap perkembangan pembangunan rumah sakit tersebut.
Menurutnya, proyek strategis bernilai ratusan miliar rupiah itu harus diawasi secara terbuka guna menjamin transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.
Diketahui, pembangunan RSUD Cerah Medika Nias Barat mulai dikerjakan pada tahun 2025 dan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp142.563.729.900.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, masa kontrak pembangunan RSUD tersebut berakhir pada 22 Mei 2026. Namun hingga awal Juli 2026, aktivitas pekerjaan masih terlihat berlangsung di dalam area proyek, sehingga memunculkan berbagai pertanyaan dan sorotan dari masyarakat.
(Utema Gulo)








.jpg)



