Momen penyambutan ini memiliki arti mendalam, mengingat Lingkungan Santo Yoseph menjadi tempat persinggahan terakhir dalam rangkaian perjalanan rohani Bulan Maria tahun 2026. Kedatangan Patung Bunda Maria di wilayah ini sekaligus menutup serangkaian kunjungan ke berbagai lingkungan sebelumnya, yang semuanya dilalui dengan sukacita dan iman yang teguh.
Prosesi diawali dengan penyerahan Patung Bunda Maria dari umat Lingkungan Santo Mikhael, Koting B 2, kepada umat Lingkungan Santo Yoseph. Penyerahan berlangsung tepat di batas wilayah kedua lingkungan, berjalan dengan tenang namun penuh kehangatan sebagai bukti eratnya persaudaraan antar sesama umat beriman.
Kedatangan patung suci ini disambut hangat oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari orang tua, kaum muda, hingga anak‑anak yang memegang lilin. Mengikuti tradisi yang telah turun‑temurun, rangkaian acara dimulai dengan salam adat, dilanjutkan dengan pengalungan karangan bunga harum sebagai tanda penghormatan.
Suasana semakin meriah dan menyentuh hati ketika anak‑anak mempersembahkan tarian adat penyambutan dengan penuh ketulusan.. Gerakan tari yang indah itu menjadi simbol kepasrahan iman sekaligus ungkapan sambutan tulus dari seluruh warga Lingkungan Santo Yoseph.
Setelah upacara adat selesai, Patung Bunda Maria kemudian diarak berkeliling menelusuri seluruh wilayah Koting B 1. Perarakan berjalan tertib dan khidmat, senantiasa diiringi lantunan Doa Rosario serta nyanyian pujian yang dilantunkan bersama‑sama dan terdengar bergema terbawa angin.
Kehadiran Bunda Maria menjadi sarana memperteguh iman dan meneguhkan keyakinan seluruh umat. Melalui momen ini, umat semakin memahami peran Bunda Maria dalam rencana serta karya keselamatan yang diwujudkan oleh Tuhan Yesus Kristus.
Sepanjang jalur perarakan, jalanan dihias dengan sangat indah dan rapi. Berbagai rangkaian bunga segar dipadukan dengan hiasan janur kuning yang melambangkan kemuliaan dan sukacita. Di sisi kiri dan kanan jalan, barisan lilin menyala terang tanpa terputus, menjadi lambang tekad umat untuk senantiasa berjalan dalam terang kasih dan kebenaran Tuhan.
Pengurus Lingkungan Santo Yoseph, Maria Nona Eva Rambi, menyampaikan rasa terima kasih danu penghargaan setinggi‑tingginya atas keterlibatan seluruh umat. Ia mengaku sangat terharu melihat semangat kebersamaan dan kerja sama yang terjalin erat demi kelancaran acara ini.
“Kami segenap pengurus mengucapkan terima kasih banyak kepada semua umat yang telah berpartisipasi dan mendukung acara ini. Baik umat dari Lingkungan Santo Mikhael maupun warga Koting B 1, semua telah bekerja bahu‑membahu memberikan tenaga maupun pikiran, sehingga acara berjalan lancar dan penuh berkat. Semoga segala usaha dan niat baik ini menjadi persembahan yang berkenan di hadapan Tuhan dan Bunda Maria,” ucapnya.
Nona Eva menjelaskan, Patung Bunda Maria akan berada dan menemani umat Koting B 1 selama tiga hari berturut‑turut, seolah‑olah Bunda Maria hadir dan tinggal bersama keluarga besar umat di sini.
Sesuai jadwal yang telah disusun, Patung Bunda Maria akan menetap di lingkungan ini mulai Kamis hingga Sabtu. Pada malam Jumat, akan diadakan Perayaan Ekaristi Kudus sebagai puncak doa dan persatuan umat bersama Bunda Maria.
Selanjutnya, pada Sabtu, 30 Mei 2026, Patung Bunda Maria akan diantar kembali menuju Gereja Santo Fransiskus Xaverius, Koting, untuk menutup seluruh rangkaian kegiatan Bulan Maria tahun ini.
Nona Eva menambahkan, kegiatan iman ini akan dilanjutkan dengan penerimaan Sakramen Mahakudus yang diagendakan berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026, setelah Patung Bunda Maria dikembalikan ke gereja induk.
Rangkaian acara yang indah dan penuh berkat ini menjadi panggilan bagi seluruh umat untuk semakin mendalami kasih dan penghormatan kepada Bunda Maria. Umat diajak meneladani kerendahan hati, ketaatan, kesetiaan, serta keramahan Bunda Maria, yang kemudian diterapkan dalam tutur kata maupun perilaku sehari‑hari, baik di lingkungan masyarakat maupun dalam keluarga masing‑masing.






.jpg)



