Kedatangan kapal keruk tersebut menjadi langkah strategis dalam percepatan normalisasi Sungai Krueng Meureudu. Alat berat ini akan digunakan untuk mengeruk sedimentasi serta membersihkan tumpukan material dan sampah yang menghambat aliran sungai pascabencana hidrometeorologi yang melanda Pidie Jaya pada 2025.
Program pengerukan ini bertujuan mengembalikan kapasitas aliran Sungai Krueng Meureudu, memperlancar arus air menuju laut, sekaligus membuka kembali akses pelayaran nelayan yang selama ini terganggu akibat pendangkalan muara.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pidie Jaya, Ir. Edi Saputra, S.T., M.T., IPM., ASEAN.Eng., bersama jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan serta pihak PT Adhi Karya.
Kapal keruk tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera I (BWSS I) sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat penanganan sedimentasi, meningkatkan kapasitas sungai, serta memperkuat upaya pengendalian banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Sungai Krueng Meureudu sendiri merupakan sungai yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
Bupati Sibral Malasyi menjelaskan, sedimentasi yang terjadi dari hulu hingga hilir Sungai Krueng Meureudu telah menyebabkan berkurangnya kapasitas tampung sungai. Kondisi tersebut mengakibatkan air lebih mudah meluap ke kawasan permukiman, khususnya di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, saat curah hujan tinggi
"Pengerukan ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi Sungai Krueng Meureudu sebagaimana mestinya, memperlancar aliran air ke laut, mengurangi risiko banjir, sekaligus memudahkan para nelayan kembali melaut untuk mencari nafkah," ujar Bupati.
Selain meningkatkan kapasitas aliran sungai, kegiatan normalisasi ini juga diharapkan mampu mengurangi pendangkalan muara, memulihkan fungsi hidrologis sungai, memperbaiki kualitas lingkungan, serta mendorong pertumbuhan sektor perikanan dan perekonomian masyarakat pesisir.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya optimistis sinergi antara Kementerian Pekerjaan Umum melalui BWSS I, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pekerjaan Umum, serta PT Adhi Karya akan mempercepat penanganan sedimentasi secara menyeluruh. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih optimal terhadap kawasan permukiman dari ancaman banjir, sekaligus mendukung pembangunan daerah yang tangguh, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
( Hendra)






.jpg)



