Kepala UPTD Samsat Kota Cilegon TB. Mochamad Kurniawan menjelaskan, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi percepatan pendapatan daerah sekaligus mengingatkan masyarakat yang masih menunggak pajak kendaraan.
"Saat ini terdapat 1.178 kendaraan yang belum melakukan pembayaran pajak. Karena itu kami melakukan penagihan langsung dengan mendatangi lokasi-lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat," ujarnya.
Pada hari pertama pelaksanaan, tim yang dipimpin Evi Sofiati menyasar tiga titik, yakni SD hingga SMA Al-Azhar dan Yayasan Pendidikan Warga Krakatau Steel (YPWKS). Dari hasil pemantauan, respons masyarakat cukup positif. Di lingkungan SMA Al-Azhar saja tercatat sedikitnya empat wajib pajak yang menyatakan akan melakukan pembayaran pada hari yang sama.
Menurutnya, metode yang dilakukan berupa pendataan kendaraan serta pemasangan stiker atau pemberitahuan pada kendaraan roda dua maupun roda empat yang terindikasi belum membayar pajak.
"Kami ingin mengingatkan kembali para wajib pajak agar segera memenuhi kewajibannya. Dengan cara ini informasi bisa langsung diterima oleh pemilik kendaraan," katanya.
Program tersebut melibatkan sembilan tim yang akan bergerak secara bergantian selama satu bulan ke berbagai lokasi strategis di Kota Cilegon.
Beberapa lokasi yang menjadi sasaran di antaranya PT Chandra Asri Group, PT Asahimas Chemical, PT Krakatau Bandar Samudera, SMA Negeri 1 Cilegon, SMP Negeri 1 Cilegon, SMP Negeri 2 Cilegon, Kantor Wali Kota Cilegon, Bank Mandiri Cilegon, Bank BJB Cilegon, kawasan industri Krakatau Steel, hingga Ramayana dan Cilegon Center Mall.
Selain kendaraan masyarakat umum, Samsat Cilegon juga melakukan penelusuran terhadap kendaraan dinas milik instansi pemerintah. Tim khusus telah melakukan konsolidasi data dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cilegon terkait kepatuhan pembayaran pajak kendaraan dinas.
"Hasilnya cukup baik. Dari sekitar 800 unit kendaraan dinas yang belum memenuhi kewajibannya, kini tersisa sekitar 600 unit. Kami berharap dalam beberapa hari ke depan jumlah tersebut terus berkurang seiring proses pembayaran yang dilakukan oleh OPD," jelasnya.
Program jemput bola ini merupakan salah satu kebijakan yang diinisiasi oleh pimpinan baru Samsat Cilegon dan akan terus dilaksanakan hingga akhir tahun. Selain memberikan pelayanan di kantor, petugas juga akan turun langsung ke lapangan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya membayar pajak kendaraan tepat waktu.
Samsat Cilegon optimistis target penerimaan pajak pada triwulan kedua dapat tercapai.
Saat ini realisasi pendapatan pajak kendaraan bermotor di Kota Cilegon telah mencapai sekitar 31,62 persen dari target triwulan kedua sebesar 42 persen.
"Kami berharap dalam satu bulan ke depan target tersebut dapat tercapai. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan media sangat diperlukan agar informasi mengenai kewajiban pajak dapat tersampaikan secara luas," pungkasnya.






.jpg)



