Peringatan HARGANAS tahun ini mengusung tema "Ayah Wajib Hadir", sebagai ajakan untuk memperkuat peran keluarga dalam membentuk generasi yang sehat, tangguh, berkarakter, dan berkualitas di tengah berbagai tantangan zaman.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Republik Indonesia, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd.
Menteri menyampaikan bahwa Hari Keluarga Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum refleksi bagi seluruh masyarakat untuk kembali menempatkan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa."Hari ini bukan sekadar baris tanggal untuk seremonial, melainkan sebuah jeda kultural dan refleksi nasional. Mari kita tengok kembali rumah kita dan bertanya, sudahkah keluarga kita menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan siap melahirkan generasi pemenang," ujar Sekda saat membacakan sambutan Menteri.
Dalam sambutan tersebut dijelaskan bahwa masyarakat saat ini hidup di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity), sehingga keluarga dituntut menjadi benteng utama dalam membangun karakter, mental, dan daya tahan generasi muda.
Menteri menegaskan bahwa ketangguhan keluarga bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang sangat mendesak untuk mempersiapkan Indonesia menghadapi Bonus Demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Untuk mewujudkan hal tersebut, terdapat tiga pilar utama pembangunan keluarga yang harus terus diperkuat, yaitu kesehatan keluarga melalui pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, pendidikan karakter dalam keluarga, serta penguatan ketahanan mental agar anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan resilien.
Pada momentum HARGANAS ke-33 ini, perhatian khusus juga diberikan terhadap pentingnya kehadiran ayah dalam kehidupan anak.
Menurut Menteri, kehadiran seorang ayah tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter dan kepribadian anak. Ia mengingatkan agar fenomena fatherless, yakni ayah yang hadir secara fisik namun tidak terlibat dalam pengasuhan, tidak semakin meluas di tengah masyarakat.
Selain itu, berbagai persoalan sosial seperti tawuran, perundungan, pergaulan bebas hingga penyalahgunaan narkoba disebut sering berakar dari lemahnya fungsi keluarga dan kurangnya perhatian orang tua terhadap anak.
Karena itu, seluruh keluarga diharapkan mampu menjadikan rumah sebagai tempat yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang sehingga anak-anak memiliki pegangan moral yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Menutup sambutannya, Menteri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat institusi keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.
"Mari bangun keluarga Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter mulia agar siap memetik Bonus Demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045. Cintai keluarga dengan cinta yang terencana untuk membentuk keluarga berkualitas, Indonesia kuat, SDM unggul, dan bangsa pemenang," tutupnya.
Upacara peringatan HARGANAS ke-33 ini turut dihadiri Kepala Dinas PPAPPKB Kabupaten OKU Selatan beserta jajaran, para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB), serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kecamatan Muaradua.
(Awaludin)






.jpg)



