• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    55 Kantong Darah Berhasil Dikumpulkan PMI Ranting Kecamatan Peudada Bireuen

    Tuesday, July 21, 2026, 22:18 WIB Last Updated 2026-07-21T15:18:20Z

    BIREUEN – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan masyarakat Kecamatan Peudada. Palang Merah Indonesia (PMI) Ranting Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, berhasil mengumpulkan 55 kantong darah dalam kegiatan donor darah yang digelar di lingkungan UPTD Puskesmas Peudada, Selasa (21/7/2026).


    Kegiatan kemanusiaan tersebut diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebagai wujud nyata pengamalan nilai-nilai kemerdekaan melalui aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


    Pelaksanaan donor darah ini mendapat dukungan penuh dari Ketua PMI Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, S. H. M. M, UPTD Puskesmas Peudada, Muspika Kecamatan Peudada, BKAD Kecamatan Peudada, UTD RSUD dr. Fauziah Bireuen, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler XXIX Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.


    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PMI Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, S.H., M.M., yang akrab disapa Edi Obama, didampingi istri, Selisna Devi, S.Kep., yang juga merupakan anggota Pengurus PMI Provinsi Aceh.


    Dalam sambutannya, Ketua PMI Ranting Kecamatan Peudada, Jamaluddin, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan kegiatan resmi pertama yang diselenggarakan oleh PMI Ranting Kecamatan Peudada.


    Ia mengaku, pada awalnya sempat muncul keraguan karena masih banyak masyarakat yang merasa takut mendonorkan darah akibat belum memahami manfaat dan pentingnya donor darah. Namun, berkat sosialisasi serta meningkatnya kesadaran masyarakat, kegiatan tersebut berhasil melampaui harapan.


    "Alhamdulillah, setelah masyarakat memahami arti dan manfaat donor darah, PMI Ranting Kecamatan Peudada berhasil mengumpulkan 55 kantong darah. Ini merupakan awal yang sangat baik untuk membangun budaya donor darah di tengah masyarakat," ujar Jamaluddin.


    Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendonor, tenaga kesehatan, panitia, serta semua pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.


    Sebagai bentuk komitmen terhadap gerakan kemanusiaan, Jamaluddin turut mendonorkan darahnya pada kegiatan tersebut.


    Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, S.H., M.M., mengatakan bahwa pihaknya berencana menjadikan kegiatan donor darah sebagai agenda rutin setiap tiga bulan sekali guna menjaga ketersediaan stok darah di rumah sakit pemerintah maupun swasta.


    Menurutnya, kebutuhan darah merupakan kebutuhan yang tidak dapat diprediksi. Oleh karena itu, ketersediaan stok darah harus selalu terjaga agar masyarakat yang membutuhkan dapat segera memperoleh pertolongan.


    "Kami senantiasa berharap dan mendoakan agar kegiatan mulia ini dapat terus dilaksanakan secara rutin di setiap ranting maupun cabang PMI. Setetes darah yang kita sumbangkan dapat menjadi harapan hidup bagi orang lain," ungkap Edi Saputra.


    Partisipasi mahasiswa KKN Reguler XXIX Universitas Syiah Kuala Banda Aceh juga mendapat apresiasi sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mereka tidak hanya membantu kelancaran kegiatan, tetapi juga menjadi contoh positif dalam menumbuhkan semangat kepedulian sosial di kalangan generasi muda.


    Keberhasilan mengumpulkan 55 kantong darah pada pelaksanaan perdana ini menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat Kecamatan Peudada untuk berbagi demi kemanusiaan terus meningkat. PMI berharap kegiatan donor darah dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat yang tergerak menjadi pendonor sukarela.


    Donor darah bukan hanya menyelamatkan nyawa orang lain, tetapi juga memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan pendonor.


    Di antaranya membantu menjaga kesehatan jantung dan sistem peredaran darah, melancarkan sirkulasi darah, mengurangi kekentalan darah sehingga menurunkan risiko penyumbatan pembuluh darah, membantu mengontrol kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, serta mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.


    Selain itu, setiap kali mendonorkan darah, tubuh membakar sekitar 600 hingga 650 kalori selama proses pemulihan volume darah. Donor darah juga terbukti memberikan manfaat psikologis karena menolong sesama secara sukarela dapat mengurangi stres, meningkatkan rasa bahagia, serta menghadirkan kepuasan batin.


    Mengakhiri rangkaian kegiatan, seluruh peserta, panitia, tamu undangan, dan para pendonor melaksanakan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan serta untuk mempererat tali silaturahmi di antara seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam aksi kemanusiaan tersebut.


    "Donor darah bukan sekadar memberikan setetes darah, tetapi menghadirkan setetes harapan bagi kehidupan."

    "Kebaikan tidak selalu diukur dari besarnya yang diberikan, melainkan dari ketulusan hati untuk berbagi."


    "Hari ini kita mungkin hanya mendonorkan darah, tetapi bagi seseorang di luar sana, darah itu bisa menjadi kesempatan untuk kembali memeluk keluarganya."


    Semangat gotong royong, kepedulian, dan solidaritas yang ditunjukkan masyarakat Kecamatan Peudada menjadi bukti bahwa nilai-nilai kemanusiaan akan selalu hidup ketika semua pihak bersedia bergerak bersama demi menolong sesama. 


    ( Hendra)

    Komentar

    Tampilkan