BIREUEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen di bawah kepemimpinan Bupati Bireuen, H. Mukhlis, S.T., kembali menyalurkan santunan tahap II kepada korban bencana hidrometeorologi.
Penyaluran bantuan tersebut diberikan kepada 32 penerima manfaat yang terdiri dari korban luka berat, luka ringan, serta ahli waris korban meninggal dunia. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Bireuen di Pendopo Bupati, Rabu (15/7/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kementerian Sosial Republik Indonesia, Indra, Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Dr. Alfian, M.Pd., serta para penerima bantuan.
Pada tahap II ini, santunan diberikan kepada 19 korban luka berat dan luka ringan, serta 13 ahli waris korban meninggal dunia. Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp15 juta, sementara korban luka berat dan luka ringan memperoleh bantuan sebesar Rp5 juta per orang.
Dalam sambutannya, Bupati H. Mukhlis, S.T. menegaskan bahwa seluruh bantuan yang bersumber dari pemerintah pusat disalurkan kepada masyarakat yang berhak berdasarkan data yang telah melalui proses verifikasi oleh pemerintah daerah.
Menurutnya, bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Bireuen tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan di berbagai sektor, seperti pertanian, tambak, permukiman, serta mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat.
“Seluruh bantuan ini merupakan hak masyarakat yang telah melalui proses verifikasi. Kami berharap santunan ini dapat meringankan beban para korban dan keluarga yang ditinggalkan, serta menjadi penyemangat untuk bangkit kembali setelah musibah,” ujar Mukhlis.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap bersabar dan berdoa agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan baik. Menurutnya, pemerintah pusat terus memberikan perhatian kepada daerah terdampak meskipun secara bersamaan juga menangani bencana di berbagai wilayah lain di Indonesia.
Bupati berharap masyarakat yang belum menerima bantuan dapat segera memperoleh haknya sesuai tahapan yang sedang berlangsung. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus berupaya memaksimalkan penyaluran bantuan kepada seluruh masyarakat yang memenuhi persyaratan.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Dr. Alfian, M.Pd., menjelaskan bahwa penyaluran santunan tahap II baru dapat dilaksanakan setelah melalui proses verifikasi dan validasi yang cukup panjang.
Ia menyebutkan, pada penyaluran tahap pertama masih terdapat sejumlah data yang belum dapat diproses, baik karena proses pencarian korban yang belum selesai maupun kelengkapan administrasi yang belum terpenuhi.
“Karena itu, kami melakukan verifikasi secara cermat bersama pemerintah gampong, aparatur kecamatan, dan tim medis agar bantuan benar-benar diberikan kepada pihak yang berhak,” jelas Alfian.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Bireuen akan terus menyajikan data yang akurat sebagai dasar penyaluran berbagai bentuk bantuan dari pemerintah pusat. Selain itu, pihaknya juga berharap dukungan pemerintah pusat terhadap penanganan dampak bencana di Kabupaten Bireuen dapat terus berlanjut.
“Kami akan terus mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana sesuai arahan Bapak Bupati,” pungkasnya.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada perwakilan korban serta sesi foto bersama.
(Hendra)








