Berdasarkan Surat Perjanjian Kontrak dari Disperindagkop jumlah setoran yang tertera jelas senilai Rp 20 Juta perbulanya, sudah sangat jelas tapi dipaksa oleh oknum pejabat dinas untuk menyetor lebih, dengan berbagai alasan dan tujuan sampai Rp 25 Juta per bulanya, meski terasa sangat berat dan melelahkan Cekli harus mematuhinya karna mengira mungkin itu mekanisme tidak tertulis yang harus dipatuhinya, ini demi keberlangsungan pekerjaan di usianya yang tidak muda lagi. Memperjuangkan harga diri & nafkah keluarga, apalagi Cekli merupakan seorang tokoh dan ketua BUMG di desa gelanggang gampoeng cureh, juga merupakan putra asli Desa Cureh tentu tidak menginginkan pasar cureh di kelola oleh orang luar, makanya apapun akan di upayakan untuk kemajuan pasar induk cureh.
Merasa dibohongi sejak bulan April 2024 sampai 2026 sekarang dengan kerugian Rp 112jt yang tercatat dan tidak ada kuasa untuk melawan, Cekli sekarang hanya meminta keadilan dari pemerintah, meminta Inspektorat Bireuen untuk segera meng audit Oknum Pejabat tersebut untuk mendapatkan fakta dan kebenaran agar tidak memunculkan persoalan dan gejolak yang berlarut larut " pedagang di pasar yg hampir sebagian warga cureh ikut resah dengan adanya pemberitaan dari media akhir akhir ini dan saya punya bukti lengkap yg masih saya simpan", ujarnya.
"Janganlah Jabatan dipakai untuk memeras rakyat kecil, itu amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di dunia dan di akhirat, saya juga meminta kepada bapak bupati agar Lapak Parkir dalam pasar yang setoran per bulan Rp 700rb juga dikembalikan kepada kami, saya duga itu juga milik oknum pejabat dinas yg menunjuk Hamdani sebagai pekerja. Setoranya tidak masuk akal ,kami sanggup setor Rp 1.5jt per bulan, penghasilan di parkir mobil itu besar dan sumber basah bagi mereka, janganlah dengan Jabatan anda menghalalkan segala cara, nanti Allah murka" tambahnya.
Terakhir Haria Pasar Cureh, Hamli Sulaiman menuntut Dana yang lebih dibayar dari nilai kontrak tersebut, dapat di kembalikan, itu bukan hak dia, saya seperti terhipnotis selama ini, sekarang baru sadar selama ini saya memperkaya oknum pejabat. Padahal di pasar cureh banyak warga yang bergantung pada lapangan kerja ini, banyak yang terbantukan kebutuhan dapurnya selama ada pasar cureh, jangan usik kami ini tanah tumpah darah kami" Ucap Hamli Sulaiman mengakhiri curhatanya.
( Hendra)






