Menurut Utema Gulo, kebingungan masyarakat muncul karena sebelumnya sempat beredar pernyataan salah seorang anggota DPRD Kabupaten Nias Barat melalui video yang menyebutkan bahwa RSUD Cerah Medika telah siap.
Namun, dalam beberapa pekan terakhir, beredar dokumentasi di media sosial yang memperlihatkan masih adanya pekerjaan yang diduga belum selesai. Kondisi itu dinilai memunculkan perbedaan informasi yang perlu segera dijelaskan kepada masyarakat.
"Publik berhak memperoleh informasi yang benar dan utuh. Jika memang rumah sakit sudah siap, maka kondisi tersebut perlu dibuktikan secara terbuka. Sebaliknya, apabila masih terdapat pekerjaan yang belum selesai, hal itu juga harus disampaikan apa adanya agar tidak menimbulkan spekulasi dan kegaduhan di tengah masyarakat," ujar Utema Gulo, Rabu (15/7/2026).
Ia menilai pemerintah daerah melalui pihak yang berwenang perlu menyampaikan perkembangan pembangunan secara transparan, tidak hanya menampilkan tampak luar bangunan, tetapi juga membuka kondisi bagian dalam rumah sakit beserta progres setiap pekerjaan.
Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan langkah penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap proyek strategis tersebut.
Selain itu, Utema Gulo meminta Bupati Nias Barat bersama DPRD Kabupaten Nias Barat turun langsung ke lokasi guna meninjau kondisi riil pembangunan RSUD Cerah Medika. Ia berharap hasil peninjauan tersebut dapat disampaikan secara terbuka kepada masyarakat sehingga tidak lagi muncul perbedaan persepsi mengenai kesiapan rumah sakit yang nantinya akan melayani kebutuhan kesehatan masyarakat Nias Barat.
"Semua pihak tentu menginginkan RSUD Cerah Medika segera beroperasi dengan kondisi yang benar-benar siap dan memenuhi standar pelayanan. Karena itu, transparansi dan pengawasan menjadi kunci agar tidak ada lagi ruang bagi munculnya keraguan maupun dugaan yang berkembang di tengah masyarakat," tutupnya.
(UT)






