• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Ali Mujahidin: Rencana Prabowo Gratiskan Pendidikan Negeri Sampai PTN Adalah Investasi Besar untuk SDM Indonesia

    Saturday, September 19, 2026, 14:58 WIB Last Updated 2026-09-19T07:58:15Z

    CILEGON -  Ketua Umum Pengurus Besar Al-Khairiyah *Ali Mujahidin* angkat bicara soal rencana Presiden *Prabowo Subianto* yang akan menggratiskan pendidikan di sekolah negeri mulai dari SD, SLTP, SLTA hingga kuliah di perguruan tinggi negeri. Ia menegaskan PB Al-Khairiyah mendukung penuh.


    Menurut pria yang akrab disapa Mumu itu, jika rencana tersebut benar-benar diwujudkan, hal itu menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil.


    "Langkah ini jika terwujud merupakan niat yang luar biasa dalam membantu masyarakat untuk mengakses pendidikan gratis secara tuntas dan kami sangat setuju, mendukung dan mengapresiasi rencana kebijakan tersebut," ujarnya.


    Mumu menilai, pendidikan gratis akan menjadi solusi pemerataan. Anak-anak dari berbagai latar belakang sosial ekonomi bisa tetap bersekolah tanpa terbebani biaya, sehingga angka putus sekolah bisa ditekan.


    "Pemerataan akses pendidikan kuliah gratis membuka kesempatan bagi semua anak dari berbagai status sosial untuk tetap bersekolah tanpa terbebani biaya, mengurangi Angka Putus Sekolah, mencegah anak-anak berhenti sekolah di tengah jalan akibat kendala finansial keluarga," katanya.


    Dampaknya, lanjut Mumu, tidak hanya sesaat. Pendidikan gratis akan membentuk generasi yang lebih cerdas, siap kerja, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan jangka panjang. Kualitas dan kuantitas SDM Indonesia akan terdongkrak.


    Ia juga mengkritisi sistem pengelolaan biaya kuliah di PTN saat ini. Menurutnya, biaya kuliah yang dibayar mahasiswa tidak masuk ke APBN sebagai pendapatan negara, melainkan menjadi PNBP yang dikelola langsung oleh kampus.


    "Biaya kuliah di kampus negeri tidak masuk sebagai pendapatan atau komponen yang menambah APBN, atau bukan Pendapatan Negara. Uang kuliah seperti UKT yang dibayar mahasiswa disetor langsung ke kas Perguruan Tinggi sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak yang dikelola sendiri untuk operasional kampus, bukan masuk ke pos penerimaan pajak APBN secara langsung, dan hal tersebut rawan menjadi potensi ladang korupsi di Perguruan Tinggi Negeri," jelasnya.


    Padahal, di sisi lain, PTN sendiri tetap mendapat subsidi dari APBN untuk belanja operasional, gaji dosen dan pegawai, serta fasilitas, dengan porsi yang berbeda-beda tergantung status PTN-BH atau PTN-BLU.


    "Di lain pihak selain dana bayaran kampus negeri itu tidak masuk ke dalam APBN malah kampus negeri justru menerima subsidi APBN," tambahnya.


    Karena itu, wacana pendidikan gratis total dinilai sebagai kejutan besar dan bukti kesungguhan pemerintahan Prabowo dalam mencerdaskan bangsa.


    "Jadi berkaitan dengan surprise besar bagi generasi bangsa dalam bentuk semua pendidikan gratis tersebut kami apresiasi dan kami dukung sebagai bentuk keberpihakan dan kesungguhan pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa membebani masyarakat," tegas Mumu.


    Mumu menutup dengan optimisme bahwa kebijakan ini adalah investasi, bukan belanja sesaat.


    "Investasi dalam dunia pendidikan memang tidak hari ini dilakukan dan langsung akan dapat terlihat hasilnya, akan tetapi investasi kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan apalagi sampai kuliah di kampus negeri gratis, sangat berpengaruh terhadap kemajuan nusa dan bangsa. Indonesia lima atau 10 tahun yang akan datang akan menjadi bangsa yang maju dengan sumbangan SDM yang luar biasa," pungkasnya. (vivi)

    Komentar

    Tampilkan