Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Aula Kantor Camat Pandrah, Selasa (15/9/2026), dan disambut antusias oleh masyarakat penerima manfaat.
Di tengah suasana pembagian bantuan, Juanda tidak sekadar hadir sebagai pejabat pemerintahan. Ia juga menyempatkan diri berjabat tangan dan menyapa warga satu per satu. Kehadiran langsung tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya memastikan bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan pangan tersebut disalurkan pemerintah melalui Perum Bulog Kantor Cabang Lhokseumawe. Khusus di Kecamatan Pandrah, jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) tercatat sebanyak 1.805 orang.
Setiap bulan, bantuan yang disalurkan berupa beras sebanyak 18.050 kilogram. Sementara untuk periode Juli hingga September 2026, total realisasi penyaluran mencapai 54.150 kilogram atau 54,15 ton beras.
Camat Pandrah, Juanda Abdullah, berpesan kepada seluruh penerima agar bantuan tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan tidak diperjualbelikan.
“Gunakanlah bantuan ini sebaik mungkin untuk keluarga. Jangan diperjualbelikan, karena beras merupakan salah satu kebutuhan paling utama dalam rumah tangga. Untuk kebutuhan lauk-pauk dan lainnya, insyaallah masih lebih mudah kita usahakan,” pesannya.
Menurut Juanda, bantuan pangan seperti ini sangat berarti bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih cukup berat. Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut sehingga dapat membantu meringankan beban masyarakat.
“Kalau memungkinkan, bantuan ke depan bukan hanya berupa beras, tetapi juga dapat ditambah dengan kebutuhan pokok lainnya, seperti telur dan bahan pangan lainnya,” ujarnya.
Ia menilai, perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat merupakan bentuk nyata hadirnya negara di tengah kehidupan rakyat.
“Bantuan mungkin tidak mengubah seluruh kehidupan seseorang, tetapi bagi keluarga yang sedang kesulitan, sekarung beras dapat menjadi alasan untuk tetap tersenyum dan melewati hari dengan lebih tenang. Karena sesungguhnya, kebaikan yang diberikan dengan tulus bukan hanya meringankan beban orang lain, tetapi juga menjadi cahaya bagi kehidupan kita sendiri.”
Pada kesempatan itu, Juanda Abdullah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah sebagai pihak yang memberikan bantuan serta kepada Bulog yang telah menjalankan proses penyaluran kepada masyarakat.
“Terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat, dan kepada pihak Bulog sebagai penyalur. Semoga setiap kebaikan yang diberikan untuk masyarakat mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT,” tuturnya.
Bagi Juanda, kepedulian kepada masyarakat bukan semata-mata tentang menjalankan tugas pemerintahan, melainkan tentang memastikan tidak ada warga yang merasa berjalan sendirian ketika menghadapi kesulitan.
“Jabatan adalah amanah, sementara membantu sesama adalah kemuliaan. Ketika kekuasaan digunakan untuk meringankan beban rakyat, di situlah pengabdian menemukan maknanya.”
( Hendra)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









