• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Distribusi LPG 3 Kg di Sampit Disorot, Pangkalan Resmi Diduga Kosong Saat Gas Melimpah di Pengecer

    Thursday, September 3, 2026, 20:31 WIB Last Updated 2026-09-04T03:55:41Z

    SAMPIT - Distribusi LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi di Sampit kembali menjadi sorotan. Sejumlah warga mempertanyakan kelancaran penyaluran LPG subsidi, setelah menemukan kondisi pangkalan resmi yang disebut kosong, sementara tabung LPG 3 kg justru mudah ditemukan di tingkat pengecer dengan harga jauh di atas ketentuan.

    Salah satu pangkalan yang menjadi perhatian warga adalah Pangkalan LPG Sopiyanur, yang disebut mendapatkan pasokan dari Agen PT Musdita Cahaya Biru.


    Persoalan ini bermula dari laporan salah seorang warga Sawahan kepada tim media terkait dugaan adanya penumpukan atau penimbunan LPG 3 kg. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim kemudian turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan.


    Dari hasil penelusuran di lapangan, tim mendapati adanya kondisi yang dinilai janggal dalam distribusi LPG 3 kg bersubsidi. Warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas subsidi melalui pangkalan resmi, sementara LPG 3 kg justru tersedia di sejumlah pengecer.


    Tim kemudian mendatangi pangkalan milik Sopiyanur untuk meminta penjelasan mengenai kondisi tersebut. Salah satu persoalan yang dipertanyakan adalah bagaimana LPG 3 kg dapat ditemukan dalam jumlah cukup banyak di tingkat pengecer, dengan harga jual mencapai Rp35 ribu hingga lebih dari Rp40 ribu per tabung.


    Harga tersebut dinilai sangat membebani masyarakat kecil dan menimbulkan pertanyaan mengenai jalur distribusi LPG bersubsidi dari agen hingga pangkalan dan pengecer.


    Seorang warga di Jalan Gatot Subroto mengaku sengaja mendatangi pangkalan setelah memperoleh informasi bahwa pasokan LPG 3 kg telah masuk. Namun, setibanya di lokasi, warga tersebut justru mendapatkan informasi bahwa stok telah habis.


    “Katanya hari ini gas sudah ada di pangkalan. Tapi saat didatangi, barangnya tidak ada dan dibilang sudah habis. Anehnya, di pengecer malah banyak tabung LPG 3 kg. Harganya Rp35 ribu sampai Rp40 ribu lebih per tabung,” ungkap warga tersebut, Kamis (3/8/2026).


    Kondisi itu memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai mekanisme distribusi LPG 3 kg bersubsidi. Pasalnya, masyarakat penerima manfaat semestinya dapat memperoleh LPG subsidi melalui jalur distribusi resmi dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.


    Untuk memperoleh penjelasan dan keberimbangan informasi, tim juga berupaya menghubungi pihak PT Musdita Cahaya Biru selaku agen yang disebut memasok pangkalan tersebut. Namun, hingga berita ini disusun, upaya konfirmasi melalui telepon dan WhatsApp belum mendapatkan respons.


    Sejumlah warga kemudian menduga adanya kemungkinan ketidaksesuaian dalam pola distribusi antara agen, pangkalan, hingga pengecer. Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan penyelidikan oleh pihak berwenang.


    Masyarakat meminta aparat penegak hukum (APH) dan instansi terkait turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap rantai distribusi LPG 3 kg di wilayah tersebut. Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan apakah penyaluran LPG subsidi telah sesuai aturan atau terdapat pelanggaran yang merugikan masyarakat.


    Jika ditemukan penyalahgunaan LPG bersubsidi, masyarakat berharap pihak yang terbukti melanggar dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


    Warga juga meminta pemerintah dan aparat pengawas tidak hanya melakukan pemeriksaan administratif, tetapi menelusuri secara menyeluruh asal-usul pasokan, jumlah LPG yang diterima pangkalan, penyaluran kepada masyarakat, hingga dugaan penjualan melalui pengecer dengan harga tinggi.


    Persoalan LPG 3 kg ini diharapkan mendapat perhatian serius karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat dan penggunaan barang yang memperoleh subsidi dari negara.


    (JN)

    Komentar

    Tampilkan