Audiensi tersebut merupakan forum yang diharapkan menjadi ruang dialog dan klarifikasi antara GAS, pihak Kecamatan, serta Pemerintah Desa Leuwibalang. Namun, sangat disayangkan, Kepala Desa Leuwibalang tidak hadir dalam agenda yang telah dijadwalkan tersebut. Selasa (29/09/2026).
Bagi GAS, ketidakhadiran pihak Pemerintah Desa dalam forum yang telah diagendakan patut disesalkan. Audiensi merupakan ruang komunikasi yang semestinya dimanfaatkan untuk memberikan penjelasan secara langsung, mendengarkan aspirasi, serta mencari solusi terhadap persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.
Ketua Gerakan Aktivis Selatan, A. Erik Ricardo, menegaskan bahwa pihaknya tetap mengedepankan mekanisme dialog dan meminta seluruh pihak yang berkepentingan hadir dalam forum yang telah disediakan.
“Kami sangat menyayangkan Kepala Desa Leuwibalang tidak hadir dalam audiensi yang sudah dijadwalkan. Kami datang untuk berdialog dan meminta penjelasan secara langsung. Kalau forum resmi seperti ini tidak dihadiri oleh pihak yang berkaitan langsung, tentu komunikasi menjadi tidak maksimal. Kami berharap hal ini tidak terulang dalam audiensi berikutnya,” tegas Erik Ricardo.
Menurut GAS, kehadiran Kepala Desa, Tim Pengelola Kegiatan (TPK), dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sangat diperlukan agar setiap informasi yang disampaikan dalam forum dapat diklarifikasi secara langsung oleh pihak-pihak terkait.
Karena audiensi pertama belum dihadiri pihak Pemerintah Desa Leuwibalang, GAS memastikan akan kembali melayangkan surat permohonan audiensi lanjutan atau audiensi tahap kedua kepada pihak Kecamatan.
Dalam audiensi tahap kedua, GAS meminta pihak Kecamatan mengambil langkah yang tegas sesuai kewenangannya dan memastikan pihak Pemerintah Desa Leuwibalang hadir, termasuk Kepala Desa, TPK, dan BPD.
“Kami tidak akan berhenti hanya karena audiensi pertama tidak dihadiri pihak Desa. Kami akan mengajukan audiensi tahap kedua. Kami meminta Kecamatan tidak sekadar menerima surat, tetapi turut memastikan pihak Desa hadir sehingga forum ini benar-benar menghasilkan penjelasan dan titik terang,” ujar Erik.
GAS menegaskan bahwa pihaknya akan tetap mengawal agenda tersebut melalui jalur komunikasi, audiensi, dan mekanisme yang berlaku. GAS juga berharap Pemerintah Desa Leuwibalang menunjukkan sikap terbuka dan kooperatif dengan menghadiri audiensi tahap kedua.
“Kami tidak mencari keributan. Kami mencari kejelasan. Tetapi ketika sebuah agenda audiensi sudah dijadwalkan, maka kehadiran pihak yang berkaitan merupakan bentuk penghormatan terhadap forum, masyarakat, dan proses dialog itu sendiri,” pungkas Erik Ricardo.
GAS berharap audiensi tahap kedua nantinya dapat dihadiri seluruh pihak terkait sehingga komunikasi dapat berlangsung secara terbuka dan konstruktif, serta setiap persoalan yang menjadi perhatian masyarakat dapat memperoleh penjelasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Gerakan Aktivis Selatan (GAS)
Kawal Aspirasi — Dorong Transparansi — Utamakan Kepentingan Masyarakat.
(Rusli/Uztad)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









