Berdasarkan pantauan di lokasi, kerusakan badan jalan terbilang cukup parah. Sebagian badan jalan amblas dan longsor hingga kedalaman beberapa meter setelah fondasinya terkikis derasnya aliran air hujan. Akibatnya, jalan tersebut tidak lagi dapat dilalui kendaraan roda dua maupun pejalan kaki dengan aman.
Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. Bahkan, warga terpaksa menghadapi risiko besar ketika hendak keluar masuk wilayah karena harus melewati area longsoran yang berlumpur dan berbahaya. Ancaman kecelakaan semakin tinggi, terutama apabila hujan kembali mengguyur kawasan tersebut.
Fatimah, salah seorang calon Walikorong Mudiak Aie, menyampaikan keprihatinan sekaligus keluhan masyarakat atas kondisi jalan yang kini terputus total. Menurutnya, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses penting yang menjadi urat nadi kehidupan warga setempat.
“Jalan ini adalah satu-satunya urat nadi kehidupan warga Korong Mudiak Aie. Sekarang kami benar-benar terkurung. Para petani tidak bisa mengangkut hasil panen ke pasar, warga yang membutuhkan layanan kesehatan darurat kesulitan menjangkau fasilitas rumah sakit, bahkan aktivitas sekolah anak-anak juga terganggu,” ungkap Fatimah kepada awak media.
Ia berharap pemerintah dan instansi terkait tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi segera mengambil langkah konkret melalui penanganan darurat. Pasalnya, apabila tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan semakin meluas, terutama jika hujan deras kembali terjadi dan menyebabkan longsor susulan.
Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat Korong Mudiak Aie mendesak Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pihak Kecamatan IV Koto Aua Malintang, serta anggota DPRD yang mewakili daerah tersebut, agar segera turun langsung meninjau lokasi.
Warga juga meminta agar pemerintah segera mengerahkan peralatan berat dan menyiapkan langkah penanganan darurat untuk membuka kembali akses jalan, setidaknya melalui jalur sementara yang aman dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Selain menghambat mobilitas warga, terputusnya akses jalan tersebut juga berpotensi menimbulkan dampak ekonomi yang lebih luas, khususnya bagi para petani yang menggantungkan penghasilan dari hasil pertanian. Tidak hanya itu, akses terhadap pelayanan kesehatan, pendidikan, serta kebutuhan pokok masyarakat juga menjadi persoalan serius apabila kondisi ini terus dibiarkan.
“Kami berharap pihak terkait segera merespons keadaan darurat ini sebelum menimbulkan korban jiwa dan kerugian ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Jangan sampai warga harus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan perhatian dan penanganan,” tutup Fatimah.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera hadir memberikan solusi nyata agar akses transportasi kembali terbuka dan aktivitas warga Korong Mudiak Aie dapat berjalan normal seperti sediakala.
(Jamal)




%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)








