Sebagai langkah awal penanganan, Pemkab Nias Barat telah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di empat desa yang dilaporkan mengalami kondisi paling parah, yakni Desa Bawadasi, Onowaembo, Lologundre, dan Tigaserangkai.
Penyaluran bantuan dilakukan bersama personel Batalyon Yonif. Keterlibatan unsur TNI dalam proses distribusi tersebut dimaksudkan untuk memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus meminimalkan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pendataan maupun penerima bantuan.
Selain bantuan kebutuhan dasar, pemerintah juga melakukan pendataan terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana. Berdasarkan data sementara yang telah dihimpun, terdapat 38 unit rumah terdampak, dengan satu unit di antaranya mengalami kerusakan berat di Desa Tigaserangkai.
"Untuk korban yang rumahnya terdampak, kita sudah menyurati BNPB dan BPBD Provinsi. Data juga sudah kita sampaikan sebanyak 38 unit rumah, dan satu di antaranya rusak berat di Desa Tigaserangkai," demikian keterangan pemerintah terkait langkah penanganan tersebut.
Pemkab Nias Barat menyatakan penanganan akan terus dilakukan selama masa tanggap darurat. Pemerintah juga diharapkan memastikan proses pendataan, distribusi bantuan, hingga pemulihan bagi warga terdampak berjalan secara transparan dan tepat sasaran.
(Utema Gulo)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









