Penyaluran bantuan berlangsung dengan pengawalan dan pengamanan dari personel TNI/Polri, guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran aparat di lapangan juga menjadi bagian dari upaya menjaga agar proses distribusi bantuan berlangsung secara teratur dan tepat sasaran.
Penyaluran dilaksanakan dihalaman Kantor Camat Juli, Rabu ( 16/9/2026).
Untuk Kecamatan Juli, alokasi bantuan beras mencapai 5.400 kilogram per bulan. Sementara total realisasi penyaluran untuk periode Juli–September 2026 tercatat sebanyak 175.200 kilogram beras.
Direktur Perum BULOG Kantor Cabang Lhokseumawe, Muhammad Ikbal, mengatakan bahwa bantuan pangan tersebut merupakan program pemerintah yang diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi pascabencana yang masih dirasakan sebagian warga.
“Bantuan pangan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi pascabencana. Banyak lahan pertanian yang hingga kini belum sepenuhnya dapat difungsikan kembali, sementara harga beras juga cukup tinggi,” ujar Muhammad Ikbal.
Menurutnya, bantuan pangan bukan sekadar beras yang disalurkan kepada masyarakat, tetapi juga merupakan wujud kepedulian dan kehadiran pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Di saat sebagian masyarakat sedang berjuang untuk bangkit, bantuan sekecil apa pun memiliki arti yang besar. Karena kepedulian bukan hanya tentang seberapa banyak yang diberikan, tetapi tentang seberapa besar manfaatnya bagi mereka yang membutuhkan.”
Selain Kecamatan Juli, pada hari yang sama penyaluran bantuan pangan juga dilaksanakan di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen.
Di Kecamatan Gandapura, jumlah penerima manfaat tercatat sebanyak 3.795 orang, dengan realisasi bantuan beras sebesar 37.950 kilogram per bulan. Untuk periode Juli–September 2026, total realisasi penyaluran mencapai 113.850 kilogram beras.
Dari pantauan di lapangan, proses penyaluran bantuan pangan di kedua kecamatan tersebut berlangsung dengan lancar, aman, dan tertib. Masyarakat penerima manfaat terlihat mengikuti proses distribusi sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Beras yang diterima masyarakat juga dalam kondisi layak untuk dikonsumsi. Pihak BULOG menegaskan bahwa apabila di kemudian hari ditemukan beras bantuan yang tidak layak konsumsi, masyarakat penerima manfaat dapat segera melaporkannya kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti dan dilakukan penggantian sesuai ketentuan.
Program bantuan pangan ini diharapkan tidak hanya mampu menjaga ketersediaan pangan masyarakat, tetapi juga menjadi penguat semangat bagi warga yang tengah melewati masa sulit.
Sebab, ketika masyarakat sedang berusaha berdiri kembali setelah menghadapi kesulitan, kehadiran dan kepedulian adalah cahaya yang memberi harapan. Bantuan pangan mungkin habis dalam hitungan hari, tetapi ketulusan untuk membantu akan selalu meninggalkan jejak di hati masyarakat.
(Hendra)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









