Faktanya harus diluruskan agar tidak liar. Tidak ada aksi bongkar lemari. Tidak ada berkas-berkas proyek yang disita. Bahkan koper yang sempat dibawa petugas pun, menurut informasi, tidak ada berkas yang dibawa di dalamnya.
Petugas datang hanya untuk memintai keterangan dan membawa satu-satunya barang bukti: ponsel milik A.S terkait pengembangan kasus dugaan suap proyek di Rejang Lebong.
Secara prosedur, ini adalah pemeriksaan yang ringan dan kooperatif. Tapi dampaknya di dalam rumah sangat berat.
Menurut informasi keluarga, saking kaget dan ketakutannya melihat kedatangan petugas di malam hari, anak dari A.S. sempat menendang dan menutup pintu.
Tendangan itu bukan perlawanan. Itu adalah rasa takut seorang anak kecil yang melihat ayahnya dikelilingi petugas di Minggu malam.
Inilah ironinya yang ingin kami soroti:
Untuk sebuah agenda yang ringan, yang kopernya saja kosong tanpa berkas, yang hanya membawa sebuah ponsel, mengapa harus dilakukan Minggu malam di rumah yang ada anak kecilnya?
Koper kosong itu memang tidak membawa berkas perkara. Tapi koper kosong yang ditenteng keluar dari rumah di Lempuing itu telah terlanjur menciptakan persepsi besar di mata tetangga: Seolah-olah ada kejahatan besar yang baru saja dibongkar.
Padahal faktanya hanya ponsel yang dibawa.
Stigma itu yang kini harus ditanggung keluarga, terutama anak. Anak yang menendang pintu karena takut itu kini harus menanggung bisik-bisik tetangga, padahal yang dibawa hanya ponsel ayahnya dan koper tanpa berkas.
KPK tidak membongkar lemari di Lempuing, tapi telah membongkar rasa aman seorang anak hanya dengan sebuah koper kosong dan sebuah ponsel.
Kami dukung pemberantasan korupsi. Jika terbukti, proses hukum. Tapi ke depannya, tolong. Untuk perkara yang hanya butuh ponsel dan koper kosong tanpa berkas, jangan lakukan di malam hari di rumah keluarga.
Panggillah di jam kerja. Dengan cara yang tidak harus disaksikan dan ditakuti anak-anak.
Karena keadilan tidak boleh ditegakkan dengan mengorbankan mental anak di Lempuing.
(Metri)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









