Peserta Kampung Rescue yang berasal dari masyarakat Desa Sekoci mengikuti acara pemberdayaan masyarakat dan Kampung Rescue .Materi yang diberikan kepada peserta dari Basarnas Provinsi Sumatera Utara,BPBD Langkat sekaligus adakan pelatihan pertolongan dan bantuan korban bencana oleh tim Kampung Rescue,selama tiga hari(3-5/9/26) di Desa Sekoci Besitang
Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat mewakili PLT Bupati Langkat ketika memberikan kata sambutannya atas nama pemerintahan Kabupaten Langkat Saya menyampaikan dan penghargaan badan Nasional pencarian dan pertolongan kelas A Medan yang telah memilih Desa Sekoci sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan Kampung Rescue Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat tahun 2026.
Kami memandang kegiatan ini sangat penting dan strategis Dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Kabupaten Langkat dalam menghadapi berbagai potensi bencana dan kedaan darurat
Untuk dapat kita ketahui Kabupaten Langkat memiliki karakteristik wilayah yang beragam mulai kawasan perbukitan , lembah, pesisir hingga wilayah yang di lalui Sungai.Kondisi geografis tersebut memberikan potensi sekaligus tantangan bagi masyarakat Langkat .
Resiko bencana dapat terjadi antara lain banjir,banjir bandang, tanah longsor ,cuaca ekstrim, kebakaran hutan dan lahan,gelombang pasang,serta keadaan darurat di wilayah perairan
Untuk Kecamatan Besitang khususnya Desa Sekoci pengalaman terjadinya banjir dan banjir bandang pada akhir tahun 2025 kemarin menjadi pengingat kita semua bahwa kesiapsiagaan dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana harus terus diperkuat.
Kita dapat mencegah seluruh bencana terjadi tapi kita dapat meningkatkan kemampuan langsung dengan situasinya.Oleh karena itu masyarakat harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk melakukan tindakan awal secara aman serta terkoordinasi sebelum bantuan dari unsur profesional tiba
Pembentukan Kampung Rescue di Desa Sekoci merupakan langkah yang sangat positif dalam membangun budaya kesiapsiagaan.
Kampung Rescue bukan sekedar sebuah nama atau kelembagaan tetapi harus menjadi sistem kesiapsiagaan yang benar benar hidup dan berjalan ditengah masyarakat .
Melalui program ini diharapkan terbentuknya struktur organisasi pembagian tugas dan tanggung jawab ,standar operasional prosedur( SOP),sistem komunikasi kedaruratan , jalur evaluasi, titik kumpul aman, serta kemampuan masyarakat dalam melakukan respon awal terhadap kondisi darurat
Pemerintahan Kabupaten Langkat menyambut baik dan mendukung sepenuhnya upaya tersebut .Kami berharap keberadaan Kampung Rescue dapat bagian dari sistem penanggulangan bencana Kabupaten Langkat .Dan memperkuat kordinasi antar Pemerintahan Kabupaten Langkat , Pemerintah Desa Sekoci ,Basarnas,BPBD ,TNI,POLRI ,tenaga kesehatan organisasi masyarakat dan seluruh elemen masyarakat .tutup Amril
Diakhir acara tim Media mencoba konfimasi kepada Sekda Langkat Amril S,SOS dan Kepala Basarnas Sumut Hery Marantka Dalam konfiramsi kepada wartawan sekda Langkat Amril memaparkan , Simulasi penyelamatan bencana di Kampung Rescue, diinisiasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat melalui kantor pusat di Medan, melatih kepala desa dan masyarakat untuk memperkuat provinsi dan kabupaten Langkat, dengan harapan kegiatan ini akan efektif dan berkelanjutan.
Inisiasi dan Tujuan Kampung Rescue
Inisiasi Kegiatan Kampung Rescue diinisiasi oleh pemerintah pusat melalui BNPB kantor pusat.BNPB kantor pusat turun ke Medan untuk menginisiasi kegiatan Kampung Rescue.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat provinsi maupun daerah kabupaten Langkat.
Titik tumpu pelatihan adalah kepala desa dan masyarakatnya.
Pelatihan ini untuk melaksanakan certain rescue atau pencarian pertolongan.
Diharapkan pelatihan ini akan efektif dengan lebih sehat.l, papar Amril
Sementara Kepala kantor pencairan dan pertolongan kelas A Medan Herry Marantika,SH,MSi mengatakan BNPB akan bersinergi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah kabupaten Langkat.
Tujuannya adalah memelihara kegiatan ini agar tidak hilang. Kegiatan ini tidak hanya satu kali lalu hilang begitu saja.
Perwakilan BNPB di Medan, termasuk Dan Ramil,Kapolsek, Camat, Kepala Desa memiliki tanggung jawab bersama. Akan terus menjaga dan memelihara keilmuan serta keterampilan secara periodik. tegas Hery Marantika.
Kepala Desa Sekoci Gunawan ketika di konfirmasi soal Kampung Rescue mengatakan di Indonesia baru ada tiga Terbentuk Kampung Rescue di Provinsi Banten,Sulawesi dan Sumatera Utara ,Desa Sekoci dipilih sebagai Kampung Rescue Pertama Sumatera Utara,ungkap Gunawan
Selesai acara diadakan stimulasii cara penanggulangannya bencana oleh tim Kampung Rescue di pandu Basarnas Medan .
Turut Hadir dalam acara pemberdayaan dan pengukuhan Kampung Rescue Sekda Langkat H.Amril S.SOS,MAP, Kepala kantor pencarian dan pertolongan kelas A Medan Hery Marantika,SH,MSI, kepala BMKG wilayah Medan DR Hendro Nugroho , Kepala BPBD Sumut diwakili BPBD Langkat Muhammad Ansyari MKes,Kadis Sosial TM Taufik Reiza ,S.STP MAP, Kadis Perkim Robby,SPd,MPd, PLT Kadis PUTR Ramdhani, Camat Besitang Restra Yudha S.IP,Direktur Pelindo cabang Medan Yusrizal,Danramil 14 Besitang Capt Infantri Wagianto, Kapolsek Besitang AKP Abed Nebo Simanungkalit,SPd,SH,MH, Manager OT Karimun, Manager PT ALM, PT MBTT, KUD Rahmat Tani, OT Agrinas, manager Tara Bintang Nusa, Kelurahan Bukit Kubu, Kelurahan Pekan Besitang, Lurah Kampung Lama, Kades Suka Jaya, Kades Sekoci.
(Adam)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









