Tim berhasil mencapai lokasi yang terindikasi sebagai titik hotspot dan menemukan lahan masyarakat yang telah terbakar dengan luas diperkirakan ±2 hektare. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, api masih belum sepenuhnya padam sehingga upaya pemadaman dan pendinginan terus dilakukan.
Kegiatan tersebut melibatkan dua personel TNI, satu personel Polri, dua masyarakat, satu perangkat desa, dan satu personel dari pihak kecamatan. Tim menggunakan lima unit kendaraan roda dua untuk menjangkau lokasi yang berada di kawasan dengan akses cukup sulit.
Setibanya di lokasi, personel melakukan pendataan dan dokumentasi kondisi lahan, berkoordinasi dengan aparat terkait, serta berupaya memadamkan titik-titik api yang masih menyala. Pendinginan juga dilakukan untuk mencegah api kembali menjalar ke area lainnya.
Namun, proses penanganan di lapangan menghadapi sejumlah kendala. Akses jalan menuju lokasi cukup sulit dilalui karena kondisi medan dan semak belukar. Selain itu, sumber air yang berada cukup jauh dari lokasi kebakaran turut menjadi tantangan dalam proses pemadaman.
Lahan yang terbakar merupakan lahan mineral milik masyarakat. Sementara itu, penyebab kebakaran hingga saat ini masih belum diketahui dan masih dalam proses pendalaman.
Selain penanganan kebakaran, tim juga memberikan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat sekitar agar meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.
Personel di lapangan terus berupaya mengendalikan api dan melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi. Hasil penanganan selanjutnya dilaporkan secara berjenjang kepada komando atas sebagai bagian dari upaya bersama mencegah meluasnya karhutla di wilayah Kabupaten Merangin.
(R Munthe)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









