Kasus bermula saat keluarga korban melaporkan kehilangan anak mereka yang terakhir terlihat meninggalkan rumah pada Rabu siang menjelang sore. Laporan resmi diterima oleh SPKT Polres Mamasa pada Kamis, 15 Oktober 2026, pukul 21.02 Wita. Menindaklanjuti laporan tersebut, Bhabinkamtibmas Brigpol Sukriyadi Syam bersama Tim URC Sat Reskrim Polres Mamasa segera melakukan pencarian intensif (fullbaket) di sekitar wilayah Sektor Mamasa sejak Kamis malam.
Berdasarkan informasi dari warga di area Tatoa, tim mendapatkan petunjuk bahwa korban sedang bermain dengan temannya, Muh Alif Saputra (9 tahun). Tim kemudian menuju ke rumah teman korban di Dama-Dama Tatoa, namun korban tidak ditemukan di lokasi. Dari tetangga setempat, tim memperoleh informasi baru bahwa paman dari teman korban, yakni Hosea Daen Malora (55 tahun), telah membawa kedua anak tersebut ke acara pernikahan keluarga di wilayah Palambasan, Kelurahan Tawalian.
Pencarian pun dilanjutkan ke area Palambasan hingga dini hari, namun korban belum juga ditemukan. Pada pukul 06.30 Wita, Brigpol Sukriyadi Syam menerima pesan WhatsApp dari Hosea Daen Malora yang menyatakan bahwa ia dan korban sudah kembali ke rumahnya di Dama-Dama Tatoa. Hosea mengaku tidak mengetahui status korban sebagai anak hilang selama berada di rumahnya. Ia membawa korban ikut ke acara pernikahan karena rasa kasihan dan tidak ingin membiarkan anak itu sendirian di rumah. Setelah kembali dan mendapat informasi dari tetangga mengenai status pencarian, Hosea segera menghubungi Bhabinkamtibmas untuk meminta pendampingan agar dapat mengantarkan korban pulang.
Seketika itu, Brigpol Sukriyadi Syam menuju lokasi dan bersama Hosea mengantar Maykel kembali ke rumah orang tuanya di Dusun Rantebuda. Kedatangan mereka disambut haru oleh keluarga korban yang mengucapkan terima kasih atas upaya keras pihak kepolisian, Bhabinkamtibmas, serta warga yang telah membantu proses pencarian. Keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada Hosea yang telah merawat dan memberi makan korban layaknya anak sendiri selama beberapa hari.
Kapolsek Mamasa, IPTU Bongalangi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pelayanan prima Polri kepada masyarakat. Penemuan dan pengantaran pulang korban ini tidak hanya menyelesaikan kasus kehilangan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran polisi di tengah-tengah mereka. Situasi pasca kejadian terpantau aman dan kondusif.
(Johar BK)


%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









