Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan program Irigasi Manis dari PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) PG Pesantren Baru kepada kelompok tani setempat.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Danramil 0809/10 Wates diwakili Peltu Yudha , Sekcam Wates Ibu Mariana, Kapolsek Wates IPTU Abdul Aziz, Kepala Desa Janti Ir H Muryadi beserta Perangkat Desa,Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Janti, Kadisbun bersama Kabid dan Staf.
Danramil 0809/10 Wates melalui Peltu Yudha menyampaikan, kehadiran TNI AD dalam program ini merupakan bentuk komitmen TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan swasembada gula sesuai arahan komando atas.
“Kami dari Koramil 0809/10 Wates sangat mendukung penuh program Bongkar Ratoon ini. Ini bukan sekadar menanam ulang tebu, tapi investasi jangka panjang untuk kesejahteraan petani. Kami siap mengawal bersama Babinsa di lapangan agar program berjalan sukses,” ujar Peltu Yudha di sela kegiatan.
Dongkrak Produktivitas Hingga 90 Ton/Ha
Program Bongkar Ratoon merupakan program percepatan dari Kementerian Pertanian RI untuk membongkar tanaman tebu tua (keprasan lebih dari 3 kali) yang produktivitasnya sudah menurun, dan diganti dengan bibit unggul bersertifikat.
Berdasarkan data di lapangan, produktivitas tebu ratoon tua biasanya hanya 60 ton per hektare. Dengan bibit unggul baru dari program Bongkar Ratoon, produktivitas mampu meningkat menjadi 90 ton per hektare, bahkan potensinya bisa mencapai 120 ton per hektare.
Program ini menjadi strategi untuk meningkatkan luas areal tanam tebu yang pada tahun 2026 di beberapa daerah telah menembus lebih dari 4.000 hektare.
Penyerahan Program Irigasi Manis
Selain tanam perdana, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) PG Pesantren Baru juga menyerahkan bantuan Program Irigasi Manis. Program ini berupa bantuan pompa dan jaringan irigasi untuk menjamin ketersediaan air di lahan tebu saat musim kemarau, sehingga pertumbuhan tebu tetap optimal.
Kepala Desa Janti Ir H Muryadi menyambut baik bantuan tersebut. Dengan adanya bibit unggul dan bantuan irigasi yang memadai, petani optimis hasil panen musim giling 2026 yang direncanakan berlangsung 148 hari bisa maksimal.
(TR)


%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









