Dalam festival tersebut, masing-masing kabupaten/kota mengirimkan lima pelaku UMKM terbaik hasil seleksi di daerah masing-masing. Para peserta selanjutnya mengikuti proses kurasi yang dilakukan oleh tim penilai profesional untuk menentukan 10 besar finalis.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Banten Agus Mintono, S.H., M.Si berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi langkah awal pembinaan berkelanjutan bagi para finalis, khususnya 10 UMKM terbaik agar mampu mengembangkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pasar.
"Harapan kami, setelah dilakukan kurasi akan muncul 10 besar. Namun, kami tidak ingin berhenti sampai di situ. Para finalis nantinya akan kita upayakan untuk mendapatkan pembinaan agar kualitas usahanya semakin meningkat," ujarnya.
Ia menjelaskan, penilaian tidak hanya berfokus pada perlombaan, tetapi juga mencakup berbagai aspek yang dinilai langsung oleh tenaga profesional. Mulai dari kualitas produk, pengelolaan keuangan, hingga kemampuan promosi dan pemasaran.
Dalam pelaksanaannya, festival ini menghadirkan sekitar 40 stan yang terdiri dari pelaku UMKM dan sektor perbankan. Kehadiran berbagai pihak tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama sekaligus memberikan akses dan dukungan bagi pengembangan usaha UMKM.
"Semakin sering kita melakukan seleksi dan kurasi, insyaallah kita akan menemukan UMKM yang benar-benar berkualitas, baik dari sisi produk, pengelolaan keuangan maupun promosi. Harapan kami, melalui festival ini daya saing pengusaha UMKM di Banten semakin meningkat," tambahnya.
Festival Jawara Kuliner Banten berlangsung selama tiga hari hingga Minggu. Selain kegiatan kurasi dan pameran produk UMKM, panitia juga menghadirkan berbagai hiburan, mulai dari pertunjukan kesenian lokal hingga nasional, musik, serta kegiatan pengajian pada malam hari.
Rangkaian hiburan tersebut disiapkan untuk menarik minat masyarakat agar datang berkunjung sekaligus berbelanja produk-produk UMKM yang dipamerkan.
Pemilihan Kota Cilegon sebagai lokasi kegiatan dinilai memiliki potensi strategis. Selain menjadi kota industri, Cilegon juga merupakan kawasan penghubung arus transportasi menuju Pelabuhan Merak dan Bakauheni yang dilalui kendaraan dari berbagai daerah.
Di sisi lain, Cilegon juga dikenal sebagai kota santri sehingga memiliki perpaduan karakter sebagai kota industri, kota perdagangan, dan kota religius.
"Kenapa memilih Kota Cilegon, karena lokasinya sangat strategis. Cilegon menjadi jalur penghubung Merak-Bakauheni, banyak kendaraan yang melintas, dan juga dikenal sebagai kota industri serta kota santri. Ini menjadi perpaduan yang sangat potensial untuk menggelar kegiatan sekaligus memperkenalkan produk UMKM Banten kepada masyarakat luas," tutupnya.
Melalui Festival Jawara Kuliner Banten, diharapkan UMKM lokal semakin berkembang, memiliki kualitas produk yang kompetitif, serta mampu memperluas pasar sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.


%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)








