Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., secara resmi menutup Kejuaraan Sepak Bola Antarkecamatan Piala Bupati Bireuen 2026 yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen.
Prosesi penutupan berlangsung di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Kamis (15/10/2026) sore. Acara tersebut turut ditandai dengan penyerahan piala dan hadiah kepada para tim serta pemain terbaik yang berhasil menorehkan prestasi selama kejuaraan berlangsung.
Kejuaraan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Bireuen ini berlangsung sejak 27 September 2026. Sebanyak 17 tim perwakilan kecamatan di Kabupaten Bireuen ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Pertandingan demi pertandingan menyuguhkan persaingan yang kompetitif, semangat juang, dan sportivitas para pemain. Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat persatuan antarkecamatan melalui olahraga sepak bola.
Keberhasilan menaklukkan Gandapura melalui adu penalti mengantarkan Kecamatan Jangka meraih gelar juara pertama. Atas pencapaian tersebut, tim Jangka berhak membawa pulang Piala Bupati Bireuen 2026 beserta uang pembinaan sebesar Rp35 juta.
Piala dan uang pembinaan diserahkan langsung oleh Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., kepada perwakilan tim juara.
Sementara itu, tim Kecamatan Gandapura harus puas menempati posisi runner-up. Meski belum berhasil membawa pulang gelar juara, perjuangan mereka sepanjang kompetisi patut diapresiasi. Tim Gandapura menerima piala dan uang pembinaan sebesar Rp20 juta yang diserahkan oleh Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi, M.T.
Adapun posisi juara ketiga bersama diraih oleh tim Kecamatan Kota Juang dan Kecamatan Samalanga. Kedua tim masing-masing memperoleh uang pembinaan sebesar Rp2 juta. Penyerahan hadiah dilakukan oleh Dandim 0111/Bireuen, Letkol Inf Dikdik Sukayat, S.I.P., M.I.
Selain penghargaan untuk tim, panitia juga memberikan apresiasi kepada pemain yang menunjukkan performa terbaik selama kejuaraan berlangsung.
Wais Al Qarni dari tim Kecamatan Jangka terpilih sebagai best player atau pemain terbaik. Atas prestasinya, ia menerima piala dan uang pembinaan sebesar Rp1 juta yang diserahkan oleh Ketua Pengadilan Negeri Bireuen, Zulfikar Siregar, S.H., M.H.
Sementara itu, penghargaan top scorer atau pencetak gol terbanyak diberikan kepada Putra dari tim Kecamatan Gandapura. Penghargaan tersebut diberikan dengan mempertimbangkan adanya beberapa pemain yang mencatatkan jumlah gol sama selama kejuaraan.
Uang pembinaan sebesar Rp1 juta untuk kategori tersebut diserahkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen, Ismunandar, S.T., M.T.
Ketua Panitia Kejuaraan, Muhammad Al Muttaqin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen, pemerintah kecamatan dan desa, KONI Bireuen, serta PSSI Kabupaten Bireuen atas dukungan dan kontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada aparat keamanan, tenaga medis, seluruh tim peserta, panitia pelaksana, para pendukung kegiatan, serta masyarakat Kabupaten Bireuen yang telah memberikan dukungan selama kompetisi berlangsung.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan kejuaraan ini merupakan hasil kerja sama dan partisipasi berbagai pihak. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dengan penyelenggaraan yang semakin baik, sehingga mampu melahirkan bibit-bibit pesepak bola berbakat dan berprestasi dari Kabupaten Bireuen.
Kejuaraan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi untuk memperebutkan piala dan hadiah semata, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga, membangun karakter generasi muda, serta mempererat kebersamaan masyarakat.
Kemenangan Jangka melalui adu penalti menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan, tetapi juga oleh ketenangan, keberanian, kerja sama, dan keyakinan untuk terus berjuang hingga kesempatan terakhir.
“Juara bukan hanya tentang siapa yang mengangkat piala, melainkan tentang siapa yang berani berjuang, mampu menjaga sportivitas, dan tetap menghargai lawan. Sebab, kemenangan sejati bukan sekadar mengalahkan orang lain, tetapi juga membuktikan bahwa kerja keras, persatuan, dan semangat pantang menyerah mampu mengantarkan kita menuju keberhasilan.”
Melalui Piala Bupati Bireuen 2026, semangat kompetisi diharapkan menjadi jembatan untuk mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, dan membangun masa depan olahraga Bireuen yang lebih gemilang.
Sebab, piala suatu saat akan tersimpan, tetapi semangat perjuangan, persaudaraan, dan sportivitas akan selalu hidup dalam ingatan.
( Hendra)


%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









