Dalam pelaksanaannya, personel menemukan adanya penumpukan kendaraan roda empat dan roda dua yang mengantre untuk mengisi BBM jenis Pertalite dan Bio Solar. Penumpukan antrean tersebut sempat meluber hingga ke jalan poros akibat terjadinya pemadaman listrik (mati lampu) di sekitar wilayah Desa Lambanan. Namun, situasi kembali kondusif setelah listrik menyala kembali pada pukul 23.00 WITA.
Meski terjadi antrean, hasil monitoring menunjukkan tidak ada masyarakat yang menumpuk untuk mengisi BBM menggunakan jerigen secara ilegal. Ditemukan beberapa warga yang mengisi Pertalite dengan jerigen, namun hal tersebut dilakukan berdasarkan rekomendasi dari Dinas Pertanian untuk kebutuhan operasional traktor dan mesin penggilingan hasil panen.
Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi secara humanis kepada masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu kelangkaan atau kenaikan harga BBM. Dijelaskan bahwa stok BBM di SPBU Lambanan selalu terjamin dengan jadwal pengisian ulang (Ampra) sebanyak 24 kali per bulan untuk Pertalite dan 23 kali untuk Solar.
Berdasarkan data monitoring saat itu, sisa stok BBM di SPBU Lambanan tercatat sebagai berikut: Pertalite tersisa ±1,5 ton, Solar ±3,5 ton, sedangkan stok Pertamax 92, Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Turbo dalam kondisi kosong. Terkait harga, Pertalite dipatok Rp10.000, Bio Solar Rp6.800, Pertamax Rp16.300, Dexlite Rp23.000, dan Pertamina Dex Rp15.150.
Untuk menjaga ketersediaan pasokan, SPBU Lambanan telah menerima pengiriman BBM pada hari yang sama, yaitu Bio Solar sebanyak ±8 ton pada pukul 14.00 WITA dan Pertalite sebanyak ±8 ton pada pukul 18.00 WITA.
Kegiatan patroli dan monitoring ini berhasil menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif, serta memberikan kepastian informasi mengenai ketersediaan BBM kepada masyarakat.
(Johar BK)


%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)








