REJANG LEBONG – Ribuan jemaah memadati Lapangan Dwi Tunggal, Curup, Kabupaten Rejang Lebong, pada Sabtu malam (31/10/2026) untuk menghadiri Tabligh Akbar yang menghadirkan Ustaz Abdul Somad, Lc., M.A. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut bertujuan memperkuat keimanan dan kepedulian masyarakat terhadap persoalan sosial, termasuk bahaya narkoba, kemaksiatan, serta pentingnya menjaga amanah dan mencegah korupsi.
Acara tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Rejang Lebong, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai kecamatan. Sejumlah pejabat daerah, termasuk Bupati Rejang Lebong, Kapolres, dan Dandim, tampak mengikuti kegiatan dari barisan tamu undangan.
Dengan dukungan panggung utama dan layar LED berukuran besar, Ustaz Abdul Somad menyampaikan tausiyah selama hampir dua jam. Ribuan jemaah tampak mengikuti ceramah dengan khidmat hingga kegiatan berlangsung menjelang penutupan.
Dalam tausiyahnya, UAS menyampaikan sejumlah pesan penting kepada masyarakat Rejang Lebong. Ia mengajak umat Islam memperkuat iman dan akhlak sebagai fondasi kehidupan keluarga, masyarakat, hingga pemerintahan.Menurutnya, penguatan nilai-nilai agama menjadi salah satu upaya menghadapi berbagai persoalan sosial yang mengancam generasi muda, seperti penyalahgunaan narkoba, perjudian daring atau judi online, dan berbagai bentuk kemaksiatan.
"Kalau rumah tangga kuat agamanya, maka desa kuat. Kalau desa kuat, maka kabupaten kuat. Rejang Lebong harus jadi contoh," tegasnya.
UAS Ajak Masyarakat Bersatu Melawan Narkoba
Selain menekankan pentingnya keimanan, UAS mengajak masyarakat mengambil bagian dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba. Ia mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat merusak masa depan generasi muda dan mengancam kehidupan keluarga.
Dalam pesannya, UAS juga menyinggung keresahan masyarakat terkait persoalan narkoba yang disebut telah menjadi perhatian warga. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mendukung atau menghadiri kegiatan yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba serta segera melaporkan dugaan tindak pidana narkotika kepada pihak kepolisian.
"Bandar narkoba itu musuh kita bersama. Jangan sampai anak cucu kita jadi korban. Lapor ke polisi," ujarnya yang disambut seruan takbir dari para jemaah.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga aparat penegak hukum.
Ingatkan Pemimpin agar Menjaga Amanah dan Uang Rakyat
Pada bagian lain tausiyahnya, UAS menyoroti pentingnya menjaga amanah dalam kehidupan bermasyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan. Ia mengingatkan bahwa jabatan merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan jujur dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa uang negara harus dikelola secara bertanggung jawab dan digunakan sesuai peruntukannya demi kesejahteraan rakyat.
"Siapa yang korupsi, maka dia berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mari kita doakan Rejang Lebong bersih dari korupsi," pesannya.
Pesan tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab, sekaligus mengingatkan para pemegang jabatan agar tidak menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan.
Tabligh Akbar kemudian ditutup dengan doa bersama. Para jemaah memanjatkan doa agar Kabupaten Rejang Lebong senantiasa diberikan keselamatan, dijauhkan dari bencana, terhindar dari bahaya narkoba, serta dipimpin oleh para pemimpin yang adil dan amanah.
Panitia menyampaikan apresiasi kepada Polres Rejang Lebong dan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong atas dukungan dalam pengamanan serta kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut.
Melalui Tabligh Akbar ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh penguatan spiritual, tetapi juga semakin meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, menjaga persatuan, serta bersama-sama membangun Rejang Lebong yang aman, bersih, dan sejahtera.
(Midi)





%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)








