Pebbri Yolanda, S.H selaku KA SPPG, Ia menyampaikan "untuk sistem seleksi tenaga kerja, kami melakukan rekrutmen secara terbuka untuk umum.
Namun, kami memprioritaskan warga sekitar, terutama bagi warga yang menengah ke bawah, guna membantu meningkatkan taraf hidup mereka melalui program ini.
Masih lanjut Pebbri Yolanda S.H, kami sangat memperhatikan detail prosesnya. Dimulai dari pengecekan bahan baku yang masuk; apabila ada bahan yang tidak layak, kami akan langsung mengembalikannya. Proses ini berlanjut pada tahap persiapan, pengolahan, pemorsian, hingga tahap distribusi. Semuanya harus melewati pengecekan yang ketat agar kualitas tetap terjaga."
"Untuk hari pertama ini, penyaluran dilakukan di 15 sekolah dengan total 1.134 siswa. Namun, mulai hari Senin dan seterusnya, kami akan menyalurkan secara bertahap hingga mencakup 26 sekolah dengan total 1.913 siswa di wilayah TPK. Sasaran kami mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA."
"Sistem manajemen operasional di sini dikelola langsung oleh SPPBG yang dibantu oleh tenaga ahli gizi, bagian akuntansi, asisten lapangan, serta para relawan. Untuk kandungan gizinya sendiri, sudah kami atur sedemikian rupa agar seimbang, yang terdiri dari nasi, lauk-pauk, sayur, dan buah-buahan sesuai dengan kebutuhan gizi para siswa."
Hal ini sangat penting agar makanan sampai ke tangan siswa dalam kondisi yang masih segar, tetap higienis, dan sangat layak untuk dikonsumsi."jelasnya.
Menurut keterangan dari pihak Guru saat diwawancarai oleh awak media iya menjelaskan menurut sayanya makanan Bergizi Gratis sangat menunjang proses pembelajaran dan menurut kami MBG untuk sekolah ini sangat kami butuhkan."
"Alhamdulillah tidak ada kendala." Ini sangat bagus karena siswa tidak merasa kelaparan, di karenakan sudah mendapatkan makanan bergizi gratis, dan siswa lebih semangat lagi belajarnya."ucapnya.
"Saya berharap Makanan Bergizi Gratis ini berlanjut sampai seterusnya, dan siswa semakin semangat belajar dengan makanan bergizi ini."imbuhnya.
( Guntur )




