Lurah Tegal Bunder, M. Rais Asghari, SE., MM menjelaskan bahwa salah satu prioritas utama pembangunan yang diusulkan adalah pembuatan tandon air di lingkungan Kedawung. Program tersebut diharapkan mampu mengatasi permasalahan banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
“Pembuatan tandon ini memang sudah menjadi rencana pembangunan sejak beberapa tahun sebelumnya. Alhamdulillah, usulan tersebut telah kami sampaikan melalui Dinas Pekerjaan Umum bidang Sumber Daya Air (SDA), sehingga proses pembebasan lahan diharapkan segera terlaksana dan pembangunan dapat berlanjut,” ujar Rais.
Selain pembangunan tandon, Musrenbang juga membahas sejumlah usulan pembangunan lainnya, seperti pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), peningkatan drainase di beberapa titik, serta program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Rais menambahkan, untuk program RTLH, beberapa waktu lalu Kelurahan Tegal Bunder telah menerima bantuan dari Baznas Kota Cilegon. Saat ini, proses pembangunan rumah warga penerima manfaat mulai dikerjakan melalui pengurus lingkungan setempat, yakni RT dan RW.
“Kami berharap seluruh usulan yang disampaikan masyarakat melalui Musrenbang ini dapat direalisasikan secara bertahap, baik di tahun ini maupun tahun berikutnya, sehingga pembangunan di Kelurahan Tegal Bunder dapat berjalan lebih cepat dan optimal,” tambahnya.
Sementara itu, untuk realisasi pembangunan tahun 2026, Kelurahan Tegal Bunder akan melaksanakan sejumlah program, di antaranya pengaspalan jalan di lingkungan Kubang Lampit, pembangunan drainase, pemasangan paving block di beberapa titik, serta normalisasi sungai yang telah dilaksanakan di empat lokasi.
Selain itu, terdapat pula program jambanisasi sebanyak dua kegiatan serta pembangunan tiga unit RTLH yang dilaksanakan melalui Pokmas.
Melalui Musrenbang ini, Pemerintah Kelurahan Tegal Bunder berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus terjalin guna mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas lingkungan di wilayah tersebut.




