Berdasarkan data Posko Merak yang mencakup Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara selama 24 jam pada H-7 (14 Maret 2026 pukul 00.00–23.59 WIB), tercatat 72.735 penumpang menyeberang dari Jawa ke Sumatera, meningkat 52,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 47.630 orang.
Sementara itu, total kendaraan yang menyeberang tercatat 17.067 unit, naik 65,7% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 10.302 unit.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan bahwa peningkatan ini menjadi indikator awal meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang puncak arus mudik Lebaran tahun ini.
“Kami melihat pergerakan masyarakat mulai meningkat menjelang periode mudik. Untuk itu, ASDP telah memperkuat kesiapan layanan penyeberangan, baik dari sisi operasional armada, fasilitas pelabuhan, hingga sistem layanan agar perjalanan pengguna jasa dapat berlangsung lancar,” ujar Heru.
Dalam mengantisipasi lonjakan tersebut, ASDP bersama para pemangku kepentingan telah menyiapkan pola operasional kapal di sejumlah lintasan utama. Pada lintasan Merak–Bakauheni disiapkan 28 hingga 33 kapal per hari, sementara lintasan Ciwandan–Wika Beton dioperasikan 9 hingga 12 kapal per hari, serta lintasan BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu dengan 10 hingga 12 kapal per hari, menyesuaikan dengan dinamika pergerakan kendaraan.
Selain penguatan armada, ASDP juga menerapkan delaying system di sejumlah titik buffer zone, serta pengaturan arus kendaraan melalui pengalihan jalur menuju pelabuhan. Dalam skema ini, Pelabuhan Merak diprioritaskan untuk kendaraan penumpang, Ciwandan untuk sepeda motor dan kendaraan barang, serta BBJ Bojonegara untuk kendaraan logistik guna menjaga distribusi kendaraan lebih terkelola.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa pengaturan operasional tersebut dilakukan untuk memberikan ruang bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik agar dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menambahkan bahwa optimalisasi layanan juga dilakukan dari sisi fasilitas penumpang di pelabuhan.
“Kami terus meningkatkan kenyamanan pengguna jasa, mulai dari penambahan toilet, penerangan area pelabuhan, layanan customer service 24 jam, hingga fasilitas ramah bagi kelompok rentan seperti jalur difabel, ruang laktasi, serta fasilitas kesehatan,” jelas Windy.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dengan membeli tiket lebih awal melalui kanal resmi Ferizy, yang telah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan. "Pastikan sudah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan dan datang sesuai jadwal kedatangan yang tertera pada tiket agar proses penyeberangan dapat berlangsung lebih tertib dan lancar,” tambahnya.
*Arus Kendaraan Terus Meningkat*
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-7, jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa menuju Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara tercatat 199.011 orang, atau turun 1,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 202.791 orang. Sementara itu, total kendaraan yang menyeberang tercatat 49.026 unit, meningkat 5,7% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 46.393 unit.
Untuk arus sebaliknya, yakni dari Sumatera menuju Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu, tercatat 138.179 penumpang sejak H-10 hingga H-7, atau turun 5,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 146.426 orang. Adapun total kendaraan yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa tercatat 31.660 unit, meningkat 1,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 31.330 unit.
Dengan penguatan operasional armada, pengaturan lalu lintas kendaraan, serta peningkatan fasilitas layanan di pelabuhan, ASDP berkomitmen memastikan layanan penyeberangan selama periode Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan optimal dalam mendukung mobilitas masyarakat antarwilayah.





