Bireuen - Di saat kesunyian malam menyelimuti Dusun Bivak, Gampong Krueng Simpo, sebuah langkah nyata hadir membawa secercah harapan. Pada Rabu dini hari, Bupati Bireuen, H. Mukhlis, S.T., bersama Ketua PMI Bireuen, Edi Saputra, S.H., memimpin langsung misi kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan logistik sekaligus berbagi kehangatan melalui santap sahur bersama warga yang terdampak musibah banjir bandang.
Turut mendampingi dalam rombongan tersebut Kalak BPBD Bireuen, Dolly Mardian, S.E., M.SM., serta Camat Juli, Hendri Maulana S.IP., M.SM. Kehadiran para pejabat daerah ini di tengah pengungsian menjadi wujud kepedulian kolektif untuk menguatkan hati rakyat yang sedang tertimpa musibah.
Aksi nyata ini merupakan hasil sinergi luar biasa yang melibatkan dukungan penuh dari tokoh nasional Ketua PMI Pusat, Bapak H. Jusuf Kalla, kepedulian dunia usaha dari PT Freeport Indonesia, serta ketulusan para Donatur Se-Indonesia. Bantuan tersebut diterima langsung dengan penuh syukur oleh Keuchik Gampong Krueng Simpo, Mursal. Dalam suasana yang penuh khidmat, Bupati Mukhlis menyampaikan pesan penguat bagi para korban:
"Saya mengharapkan kepada masyarakat untuk tetap sabar dan tabah, karena musibah ini adalah ujian dari Allah," tutur Mukhlis dengan penuh empati. Beliau juga menegaskan bahwa pemerintah dan seluruh elemen bangsa berdiri tegak berdampingan dengan warga Bireuen.
Sementara, Ketua PMI Bireuen, Edi Saputra, S.H., menyampaikan apresiasi yang sangat mendalam atas gerak cepat Bapak Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST serta para donatur nasional yang telah meringankan beban masyarakat di tanah rencong kelahiran tercinta ini. Sosok yang akrab disapa Edi Obama ini menekankan bahwa bantuan ini merupakan bukti nyata bahwa solidaritas bangsa tetap menyala bagi Bireuen.
Adapun paket bantuan komprehensif yang disalurkan meliputi:
* Kebutuhan Ibadah & Sandang: Al-Qur'an, sajadah, mukena, baju koko, kain sarung, serta pakaian hangat.
* Nutrisi & Kesehatan: Beras, asupan gizi khusus untuk ibu hamil dan bayi, biskuit, serta perlengkapan sanitasi (hygiene kit).
* Alat Pemulihan Fisik: Perlengkapan kerja seperti kereta sorong, sekop, dan cangkul untuk mendukung semangat gotong royong warga dalam membersihkan pemukiman.
Momen santap sahur bersama di bawah penerangan lampu yang apa adanya menjadi saksi bisu bahwa di tengah ujian berat, kepedulian H. Mukhlis, S.T., dan semangat kemanusiaan dari seluruh penjuru negeri hadir dengan suatu kenyataan untuk membantu masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Bireuen.
(Hendra)







