Menerima informasi langsung dari Bupati Bireuen, Bapak Ir. H. Mukhlis, ST, Ketua PMI Bireuen, Edi Saputra, S.H., segera menuju lokasi kejadian guna memberikan dukungan moril. Dalam peninjauan ini, Ketua PMI turut didampingi oleh mantan anggota DPRK Bireuen, Bapak Muchlis Rama.
Kehadiran Edi Saputra, S.H. dan Bapak Muchlis Rama di lokasi merupakan bentuk respons cepat atas instruksi Bapak Bupati untuk memastikan situasi awal di lapangan.
Saat tiba di titik musibah, mereka langsung membaur bersama ratusan warga Gampong Krueng Simpo yang tengah bahu-membahu melakukan pemantauan di sepanjang tepian sungai sembari menantikan kedatangan Tim SAR BPBD Bireuen.
Dalam kesempatan tersebut, Edi Saputra turut menyampaikan pesan khusus dari pimpinan daerah. "Bapak Bupati Ir. H. Mukhlis, ST menitipkan salam hangat dan rasa hormat yang mendalam kepada seluruh warga yang tengah berjuang di lapangan.
Beliau sangat mengapresiasi kekompakan warga dan meminta semua yang terlibat dalam pencarian untuk tetap menjaga keselamatan diri di tengah cuaca ekstrem ini," ujar Edi Saputra menyampaikan amanah Bupati. Ketua PMI Bireuen menambahkan bahwa informasi dari Bupati menjadi pemantik semangat bagi mereka untuk hadir di tengah masyarakat. "Meski cuaca malam ini sangat menantang dan penuh kepanikan, fokus kami adalah memberikan penguatan. Kami hadir mendampingi masyarakat hingga tim ahli dari BPBD memimpin proses pencarian secara teknis," tambahnya dengan penuh empati.
Kehadiran sosok Ketua PMI dan Muchlis Rama di tengah kegelapan malam membawa pesan bahwa sinergi antara pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat adalah kunci utama. Mereka berdiri bersama warga yang tetap bertahan di tengah hujan lebat demi harapan menemukan ananda Fadhil.
"Kita semua mengetuk pintu langit malam ini, memohon kepada Allah SWT agar memberikan petunjuk-Nya. Doa adalah kekuatan terbesar kita. Kita sangat berharap ananda Muhamad Fadhil segera ditemukan dalam lindungan-Nya," pungkas Edi Saputra, S.H.
Hingga berita ini diturunkan, warga setempat telah bersinergi dengan Tim SAR BPBD Bireuen untuk melakukan penyisiran intensif. Meskipun terkendala arus sungai yang kuat dan jarak pandang yang terbatas, tekad kolektif untuk membawa pulang ananda Fadhil tetap menjadi prioritas utama. Semoga dedikasi seluruh elemen di lapangan membuahkan hasil terbaik
.( Hendra)





.jpg)



