-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Empat Lawang

    Banyuasin

    Sports

    Tetap Kokoh di PAS PIDIE JAYA, H. Sibral Malasyi Tunjukkan Politik Dewasa di Tengah Dinamika

    Saturday, April 4, 2026, 13:39 WIB Last Updated 2026-04-04T06:39:22Z

    PIDIE JAYA - Dinamika politik di Aceh kembali menjadi sorotan publik, namun tetap berjalan dalam koridor hukum dan prinsip kebijaksanaan. Ya, begitulah politik—kadang riuh, kadang penuh tafsir… hahaha tapi tetap ada aturan yang menjadi pijakan.


    Ketua Partai Aceh Sejahtera (PAS) Aceh, Tu Bulqaini, menegaskan bahwa tidak ada persoalan terkait keikutsertaan H. Sibral Malasyi dalam kepengurusan DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh masa bakti 2026–2031. Ia memastikan bahwa posisi H. Sibral tetap sah dan kokoh sebagai Ketua PAS KABUPATEN PIDIE JAYA. 


    Menurut Tu Bulqaini, hal tersebut merupakan bagian dari dinamika politik yang telah diatur secara jelas dalam peraturan perundang-undangan, khususnya Undang-Undang Pemerintahan Aceh serta Peraturan Pemerintah tentang Partai Politik Lokal.


    “Ini bukan pelanggaran, bukan pula bentuk meninggalkan partai, melainkan bagian dari mekanisme politik yang dibenarkan oleh aturan. Dengan demikian, posisi H. Sibral sebagai Ketua PAS PIDIE JAYA tetap tidak berubah,” tegasnya.


    Ia juga menjelaskan bahwa rangkap keanggotaan antara partai politik lokal dan nasional merupakan hal yang sah secara hukum. Bahkan, kondisi ini dinilai sebagai bentuk kolaborasi strategis yang mampu memperkuat posisi kader dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat secara lebih luas.


    Dalam perspektif yang lebih komprehensif, kolaborasi antara PAS, PKB, dan PAN bukanlah hal baru. Sinergi tersebut telah terbangun sejak Pilkada 2024 dan terbukti sukses mengantarkan H. Sibral Malasyi bersama Hasan Basri sebagai Bupati dan Wakil Bupati PIDIE JAYA periode 2025–2030.


    Sementara itu, isu yang sempat beredar mengenai mundurnya H. Sibral dari PAS dipastikan tidak benar. Klarifikasi dari berbagai pihak menegaskan bahwa informasi tersebut tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan opini publik.


    Menutup pernyataannya, Tu Bulqaini mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menerima informasi serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya.


    Pada akhirnya, politik bukan sekadar arena perbedaan, melainkan ruang untuk merawat kolaborasi dan menjaga stabilitas. Karena jika semua disikapi terlalu tegang, bisa jadi membingungkan juga… hahaha, yang penting tetap rasional, bijak, dan sesuai aturan. 


    ( Hendra)

    Komentar

    Tampilkan