Ditengah Situasi sulit nya perekonomian orang tua murid dengan biaya kehidupan sehari hari, seharusnya pihak Yayasan jangan lagi membebani orang tua murid dengan mengatasnamakan Uang Perpisahan,apalagi perpisahan itu sifatnya hanya lah Seremonial.
Dugaan kuat,Biaya perpisahan SMK Jaya Krama yang berada di Kecamatan Beringin menimbulkan Keresahan dan beban bagi orang tua siswa,dan menjadi sorotan publik,apalagi ditengah sulitnya ekonomi sekarang ini.
Saat awak media menemui salah seorang wali murid SMK Jaya Krama yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan,apa memang pak biaya perpisahan anak sekolah sampai Rp 10.50.000 (Satu juta Lima Puluh Ribu Rupiah),kenapa di SMK Jaya Krama diduga biaya perpisahan sampai satu jutaan pak tanya nya.
Lanjutnya.uang segitu sama kami besar lah pak.mana bapak nya kerja mocok mocok (tidak menetap) Piye arek bayar keluhnya.
Saat awak media mengkonfirmasi Kepala Sekolah SMK Yayasan Jaya Krama yang berada di Desa Sidodadi Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang Propinsi Sumut Kamis 21 Mei 2026 Sekira Pukul 14.06 Wib Kepala Sekolah diduga dengan sombong dan entengnya menjawab Konfirmasi awak media dengan mengatakan "Tidak Benar Pak", analisa awak media seperti nya Kepala SMK Jaya Krama diduga menutupi dan menyembunyikan sesuatu,kuat dugaan memang benar adanya pungutan biaya perpisahan sebesar Rp.10.50.000 (Satu Juta Lima Puluh Ribu Rupiah).
Minta Kepada Bapak Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara,serta Kepala Kejati Sumut agar memeriksa dan Memproses serta memecat Kepala Sekolah SMK Jaya Krama Kecamatan Beringin,yang diduga Pungli biaya Perpisahan dengan nilai yang sangat besar dan membebani orang tua siswa.
Minta kepada Kepala Yayasan Jaya Krama agar memecat Kepala Sekolah yang diduga memungut biaya perpisahan sebesar satu juta lima puluh ribu rupiah,yang menuai keresahan dan beban orang tua siswa, dan ini tidak bisa dibiarkan,harus di proses.
Bersambung.
(TIM)







.jpg)



