Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Koordinator Tim Tanaman Pangan BPS Kabupaten Ketapang, saudara Heri Purnarwan, kelompok tani, serta masyarakat petani setempat. Adapun lahan jagung hibrida yang dilakukan pengambilan sampel memiliki luasan sekitar 1 hektare.
Pengambilan sampel dilakukan sebagai bagian dari tahapan perhitungan estimasi hasil panen atau tonase jagung berdasarkan luasan lahan yang akan dipanen. Langkah ini bertujuan untuk memperoleh data akurat terkait produktivitas tanaman jagung hibrida yang telah dibudidayakan oleh para petani bersama stakeholder terkait.Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR melalui Kapolsek Matan Hilir Utara Iptu Ruswanto, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi antara Polri, kelompok tani, masyarakat, serta pemerintah desa dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional maupun daerah.
“Melalui kegiatan pengambilan sampel ini, diharapkan dapat diketahui secara pasti estimasi hasil produksi jagung yang akan dipanen, sehingga menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi petani dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kebersamaan dan dukungan lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan,” ungkap Kapolsek.
Dengan adanya kerja sama yang baik antara aparat kepolisian, instansi terkait, kelompok tani, serta masyarakat, diharapkan program pengembangan pertanian khususnya budidaya jagung hibrida di wilayah Kecamatan Matan Hilir Utara dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta ketahanan pangan daerah.
(Jailani)






.jpg)



